250-500

Pakaian Taqwa

Suatu ketika saya pernah berselisih paham dengan adik perempuan. Perselisihan dalam persoalan jilbab. Adik perempuan saya ini mempunyai teman yang kebetulan saya kenal. Temannya itu belum diberikan hidayah oleh Allah untuk berhijab.

Sang adik meminta pendapat saya soal temannya ini, lagian temannya tersebut juga minta saran. Saya tidak menyarankan apa-apa, bahkan saya tidak menganjurkan berjilbab atau membiarkan ia tetap tidak berjilbab. Di situlah adik saya protes, kenapa gak dianjurkan pakai jilbab.

Saya hanya menawarkan sebuah sudut pandang. Pilihan tetap di tangan perempuan itu. Bukankah Allah mengganjar sesuai dengan usaha umat Nya. Apapun yang dipilih, kelak akan dipertanggungjawabkan bila sudah tiba masanya.

Jilbab bukanlah subtansi berpakaian, jilbab hanyalah permukaan saja. Jilbab hanya salah satu alat untuk menutup aurat. Jilbab adalah produk peradaban, sama seperti dedaunan yang menutup aurat hawa sang perempuan pertama di muka bumi ini.

Sementara ulama masih berselisih paham mana batas aurat perempuan. Sehingga hijab terbagi menjadi berbagai bentuk, ada yang bercadar, berjilbab dalam (jilbab syar’i), kerudung, selendang dan jenis lainnya. Bahkan sekarang model jilbab sangat beragam.

Apapun modelnya, jilbab berfungsi menutup aurat perempuan. Akan tetapi apakah jilbab betul-betul berfungsi menutup aurat. Bisakah jilbab mencerminkan sikap perempuan yang memakainya. Apakah jilbab mampu melindungi perempuan dari perbuatan bejat kaum laki-laki.

Semua pertanyaan itu akan terjawab seiring dengan niat dan alasan perempuan itu sendiri memakai jilbab. Jika niat berjilbab karena Allah, kelak Allah akan melindungi. Jika niatnya karena selain Allah, maka tidak ada jaminan jilbab akan menyelamatkan perempuan tersebut. Sudah memakai jilbab saja belum ada jaminan, apalagi tidak memakainya.

Untuk itu, sebaik-baik pakaian adalah pakaian taqwa. Ketika seseorang takut pada Allah, sudah barang tentu ia akan menjauhi larangan dan menjalankan perintah Nya. Jilbab adalah salah satu perintah Allah.

Kalaupun hidayah berhijab belum datang, bukan berarti seorang perempuan tidak bisa memakai pakaian taqwa. Meskipun ia belum berhijab, bisa jadi pakaian taqwa yang melekat pada dirinya begitu kuat. Namun ia belum menyempurnakan pakaian taqwa nya dengan berhijab.

Hidayah tidak akan datang dengan sendirinya, terkadang butuh dijemput. Misal, kita tidak akan mungkin menemukan sebuah alamat yang tidak kita ketahui tanpa ada sebuah petunjuk. Nah, apakah kita senang mencari sendiri sesuai petunjuk yang ada atau lebih bagus jika diantar oleh seseorang menuju ke alamat yang kita tuju.

Tuhan tidak akan merubah cara berpakaian perempuan jika pikiran nya hanya terkuras buat nunggu hidayah.

Iklan

13 thoughts on “Pakaian Taqwa

  1. menurut saya… pengertian taqwa itu adalah melaksankan perintah Allah dan menjauhi larangannya. salah satu perintah Allah bagi kaum muslimah adalah menutup auratnya dengan berhijab. jika pakaian taqwa itu melindungi fisik dan hati, maka fisiknya dilindungi dengan jilbab dan hati/akal/sifat/sikap dilindungi dengan melakukan perintah2 lainnya dan meninggalkan larangan-larangan Allah.

    Suka

  2. Bijaksana sekali Uda. Berjilbab atau tidak emang kembali kepada diri masing-masing. Lelaki pun harus menghalangi pandangan bukan hanya wanita yang disuruh berjilbab.

    Namanya berjilbab itu tidak bisa dipaksakan, yang penting hatinya baik karena berjilbab hati lebih sulit dari berjilbab pakaian.

    Suka

      1. Insya Allah mulai dari hati ajah, yang penting urusin diri sendiri dan keluarga ajah dulu ga perlu urusin orang lain ๐Ÿ™‚

        Suka

  3. Tuhan tidak akan merubah cara berpakaian perempuan jika pikiran nya hanya terkuras buat nunggu hidayah.

    Kalimat terakhirnya jleb banget …
    dan saya setuju dengan Ajo … bahwa … “Apapun yang dipilih, kelak akan dipertanggungjawabkan bila sudah tiba masanya”

    salam saya Ajo

    (26/3 : 1)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s