Ngepos via Hape

Penjual Obat

image
Apa yang mereka lihat?

Tahukah kamu apa yang mereka lihat? Ya, mereka sedang melihat sebuah pertunjukan yang mengubah manusia jadi binatang. “Bukan sulap, bukan sihir tapi hiburan” itulah kata yang terlontar dari kelompok tersebut.

Sebagian masyarakat menyebut pertunjukan seperti itu dengan sebutan jualan obat. Kenyataannya memang yang mereka jual adalah obat yang diklaim mampu mengobati hampir semua penyakit. Mulai dari penyakit syahwat hingga penyakit kanker.

Obat yang dijual berupa minyak ramuan tradisional dari keluarga yang turun temurun. Menariknya mereka menjual ramuan itu sembari melakukan pertunjukan misterius yang mengubah manusia jadi binatang. Penonton di buat penasaran.

Dalam tulisan ini saya tidak akan menekankan pada manfaatΒ  obatnya atau hal gaib yang mereka lakukan, tapi lebih kepada bagaimana mereka menjual produknya.

Awalnya saya tidak begitu tertarik dengan pertunjukan tersebut. Tetapi cara orang itu bicara seolah mampu menghipnotis penonton untuk datang mendekat dan tidak beranjak dari tempat berdiri.

Penjual obat tersebut membuat batas berdiri penonton dengan tali. Awal pertunjukan jarak penonton cukup jauh, bisa jadi karena pertunjukan pertama menggunakan ular sebagai daya tariknya. Karena ada ular yang jarang dijumpai oleh warga, maka banyak yang ingin melihat.

Setelah pertunjukan ular, penjual obat itu berseloroh bisa merubah manusia menjadi binatang. Manusia yang ia ubah adalah asistennya, asisten tersebut dibungkus dengan kain hitam lalu diikat dan dimasukkan ke dalam peti. Kemudian peti itu ditutup dengan tirai hitam berbentuk kotak.

Nah disinilah kelihaian penjual obat mengontrol emosi penonton. Manusia yang diubah jadi binatang itu di ulur-ulur. Mereka menjual obatnya sebelum pertunjukan utama mengubah manusia jadi binatang dilakukan.

Hal pertama yang dilakukan oleh penjual obat adalah merubah helm milik penonton menjadi buah kelapa. Tali yang tadinya jauh semakin didekatkan dengan tempat pertunjukan agar penonton bisa menyaksikan bahwa helm itu betul-betul diubah jadi buah kelapa.

Mereka membuat penonton percaya dulu. Setelah percaya barulah ditawarkan ramuan minyak yang akan dijual. Dalam penawaran itu penjual obat memberikan diskon, katanya sebelumnya harga minyak sebotol Rp 20.000., Khusus untuk hari itu dijual seharga Rp 10.000. Bagi 20 orang pembeli pertama akan mendapatkan hadiah berupa mantra yang dapat mengundang keberuntungan.

Untuk meyakinkan penonton, si penjual obat kembali menunjukkan aksinya. Kali ini kembali mengubah helm penonton lain menjadi tempurung kelapa. Untuk kedua kalinya penonton dibuat takjub karena helm tersebut memang berubah jadi tempurung.

Setelah persepsi penonton berubah dan percaya pada si tukang obat, barulah tujuan utama di keluarkan yakni jualan obat. Setidaknya dari sekian banyak penonton, ada 21 orang tertarik membeli minyak tersebut.

Target si penjual obat cuma 20 botol minyak, namun yang terjual sebanyak 21 botol. Setelah target penjualan tercapai, barulah pertunjukan mengubah manusia menjadi binatang dimulai.

Dengan komat kamit penjual obat membacakan mantra. Manusia yang tadinya diikat kain hitam dan dikunci dalam peti itu akan diubah jadi binatang. Manusia itu keluar dari peti dan duduk di atas peti tanpa ikatan. Tirai kembali ditutup. Bim salabim, ketika tirai dibuka muncul seekor kura-kura di atas peti. Kemudian kura-kura tersebut kembali ditutup dengan tirai. Sejurus kemudian si penjual obat membaca mantra dan mengubah kembali kura-kura tadi menjadi manusia.

Hanya Allah yang tahu apa yang mereka lakukan. Apakah manusia itu betul betul diubah jadi binatang atau pertunjukan itu merupakan trik belaka agar produk yang mereka jual bisa terjual. Wallahualam.

Iklan

30 thoughts on “Penjual Obat

  1. Triknya hampir sama dengan Pak Tarno yang menjual ager-agerkepada anak-anak SD, setelah laku baru menunjukkan atraksi sulap. Sulap tradisional seperti itu ternyata bisa menjadi media promosi yang baik.

    Suka

  2. Saya sudah lama tidak melihat aksi tukang obat seperti ini …
    menurut saya ini seperti ilusionis yang sedang beraksi …

    Salam saya Ajo

    (23/3 : 7)

    Suka

  3. well coba kalau keahlian mengumpulkan massa dimanfaatkan pada bidang lain yang lebih jelas maksudnya.. ada potensi bakatnya kan ya? walaupun itu pake trik sebenarnya, bakal banyak yg salah persepsi ada nuansa magis pada aksinya dan yah sangat sayang malah kalau yang nonton diyakinkan untuk hal macam seperti ini

    Suka

  4. Paling gak si penjual obat niat belajar sulap dulu Jo dan orang jadi terhibur.
    Jadi meskipun keluar Rp. 10.000 kayaknya hiburan yang didapat jadi lumayan bisa ditradeoff.

    Suka

  5. sebuah trik ilusi yang sangat mahir yang dilakukan oleh penjual obat. Dulu saya terpukau oleh pertunjukan seperti ini, setelah saya cari tahu triknya kok ya jadi tidak menarik lagi. Menyesal saya mengetahui triknya ituh! lebih baik saya tidak tahu karena itu menghibur saya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s