Ngepos via Hape

Dari Qwerty ke Touch Screen

Akhirnya, tak pernah terbayang sedikitpun menggunakan handphone layar sentuh. Bayangan itu seketika sirna kala memutuskan untuk beli HP touch screen (layar sentuh). Bukannya ngikutin tren, tapi sudah saatnya berhijrah dari keypad qwerty ke layar sentuh.

Sebab HP lama yang yang pakai operation sistem blackbarry itu berbasis kyepad. HP ini telah sekarat, kata itu sangat cocok digunakan dari pada kata rusak. Rencana mau pensiunkan HP BB ini ditangan saya sendiri. Karena, jikalau dijual harga BB ini terlalu murah.

Sebagai penggantinya, pilihan telah dijatuhkan pada HP layar sentuh yang memakai sistem android. Tak perlu bermerk, yang penting HP ini bertahan minimal dua tahun. Tentu harganya sebanding dengan usia pakai.

Target saya sih dua tahun, lagian harga HP baru ini cukup terjangkau jika dibandingkan HP lama. HP lama saya itu cuma bertahan dua tahun. Sementara harganya amat mahal saat itu. Jadi pengalaman itu mengajarkan saya untuk beli hp sesuai budget dan target jangka waktu pemakaiannya.

Perkembangan teknologi tak pernah habisnya, jika dalam perkembangan itu saya memilih untuk konsumtif dan mengikuti tren maka siap-siap saja kantong ditelan oleh perubahan teknologi. Makanya dalam memilih perangkat elektronik saya selalu mengedepankan kebutuhan dari pada tren.

Sebagai bahan renungan, kenapa sih saya begitu mudahnya upgrade HP lama ke HP baru. Sementara soal iman, berat sekali untuk mengupgradenya. Padahal upgrade iman adalah suatu keharusan dalam hidup ini.

Iklan

38 thoughts on “Dari Qwerty ke Touch Screen

  1. Hp saya yg skarang bakal ulang tahun yg ke 2 september besok.
    Ah bener banget bang ajo. Upgrade iman gak harus pke nabung gak harus nunggu sekarat tp knapa gak upgrade upgrade ya saya nya.

    Suka

  2. Saya nggak pernah nyaman ngetik di layar touch screen, jadi meski udah pake android tetap cari yang qwerty, yaitu samsung galaxy chat. Eh bukan promo loh yaaa
    Btw, dalem bener itu paragraf terakhirnya 🙂

    Suka

  3. lagi lagi menemukan kesepakatan dari tulisan mas nih… ya harusnya ada kontrol untuk gadget… diperkirakan masa guna dan kebutuhannya apa.. saya jg termasuk yg mengalami ketidaknyaman awal mula ganti hp, tapi segala sesuatunya perlu penyesuaian dan akhirnya kerasa cocok dengan sendirinya 😀

    kalimat terakhirnya “nonjok” banget nih 🙂
    tfs

    Suka

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ajo Ramli…

    Selamat ya dengan hp layar sesentuhnya. Mudahan kehidupan semakin ceria dan banyak maklumat yang bisa membantu untuk menjadikan diri lebih berilmu. Tidak perlu tangguh untuk memiliki teknologi baru yang sepatutnya ingin dimiliki. ia satu kepuasan buat kerjaya seharian kita. Yang penting kita tahu untuk apa kita menggunakannya.

    Salam sukses dari Sarikei, Sarawak. 😀

    Suka

  5. saya dulu jarinya ga familiar dengan layar sentuh jo (maklum jempol semua hehe) kalah sama anak-anak sekarang, akhirnya masih bertahan sama hape jadul murmer :).
    #malu dengan paragrah terakhir tulisan ini.

    Suka

  6. jadi malu membaca kalimat terakhir itu, up grade iman lah sesungguhnya yang utama ya Jo ………

    semoga Allah swt memudahkan kita semua untuk tetap menjaga iman kita dlm Islam ,aamiin

    tentang hape, kebetulan si BB seringkali berulah , jadi , mau gakl mau, terpaksalah diganti juga dengan si touch screen ini

    salam

    Suka

  7. Seumur-umur belum pernah ngerasain pake BB ataupun touchscreen android. Masih bertahan make hp nokia symbian pemberian orangtua, sepertinya bakalan sama kayak ajo, nunggu rusak dulu baru niat ganti yang baru. Setuju dg kalimat terakhir, Upgrade iman adalah suatu keharusan dalam hidup ini 🙂

    Suka

  8. Saya merasakan agak repot waktu pertama pindah dari keypad qwerty fisik ke touchscreen, Bang.
    Salah tik melulu. Mundur-hapus. Gitu melulu…
    Sekarang sudah mulai lancar. Soalnya semacam dipaksa untuk ngetik via touchscreen nya android untuk posting di wordpress…
    Upgrade iman? Ini dia bahan renungan saya malam ini…

    Suka

  9. Touch screen memang bertumpu pada kelihaian sekaligus kehalusan presisi jempol dalam memencet layarnya.
    jika tidak biasa … ditanggung meleset terus

    salam saya Ajo

    (8/3 : 4)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s