Ngepos via Hape

Kabut Asap

Tidak lengkap rasanya seorang yang berdomisili di pekanbaru tidak menulis persoalan kabut asap yang melanda. Bencana buatan manusia ini bukan terjadi sekali ini saja, melainkan berkali-kali.

Entah darimana asap ini sumbernya. Katanya sih asap berasal dari pembakaran lahan untuk membuka perkebunan baru. Ada yang menduga sengaja dibakar.

Darimanapun sumbernya, asap telah menjadi konsumsi sehari-hari warga pekanbaru. Setiap warga dipaksa menghisap asap, tanpa terkeculi baik dari anak-anak sampai orang dewasa.

Untuk mengantisipasi resiko ini, beberapa sekolah diliburkan. Sementara instansi terkait terus mensosislisasikan agar memakai masker saat keluar rumah. Sayang  di jalanan masih banyak yang tidak pakai masker.

Bagi mereka yang sadar dan merasa terganggu dengan asap akan memakai masker. Malah fenomena kabut asap ini jadi sumber rezeki bagi pedagang masker. Di pinggir jalan banyak penjual masker dengan bermacam masker bergambar unik.

Bila kita amati, betapa hebat makhluk ciptaan Allah ini. Tiap hari manusia menghisap asap tidak membuat mereka tumbang. Sementara sekawanan nyamuk yang bersarang di belakang rumah sudah raib entah kemana sejak bencana asap melanda.

Daya tahan tubuh yang dimiliki manusia merupakan anugerah yang sungguh tak ternilai harganya. Apalagi alasan untuk mendustakan nikmat Allah. Tidak ada alasan, sekecil apapun itu.

Semoga bencana asap ini menjadi pelajaran bagi saya dan kita semua agar selalu bersyukur.

Iklan

19 thoughts on “Kabut Asap

  1. Prihatin, jd kyak presiden saja ya, mengetahui kondisi lingkungan disana khususnya di Pekanbaru tempat Bang Ajo tinggal.
    Rasanya berbagai bencana sedang menghadang berbsgai pelosok negeri ini. Mejadi bahan renungan apa sebenarnya yang ersembunyi dibalik ini semua.
    Sementara demi kesehatan pakailah masker ya Bang. Seperti yang biasa saya lakukan sehari-hari di pabrik…

    Suka

  2. Setiap tahun selalu terjadi ya Jo …
    Semoga saja cepat didapat solusi yang ampuh untuk mengatasinya
    kalaupun tidak bisa sekaligus
    paling tidak secara bertahap

    salam saya Ajo

    (1/3 : 9)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s