Ngepos via Hape

Dana Pensiun

image
Bandrek Telor

Segelas bandrek telah menemaniku untuk berpikir dan memutuskan mau dibawa kemana dana pensiun yang kelak harus aku persiapkan. Eitsss… kok omongin pensiun sih. Bukannya kata itu cuma buat para pegawai negeri (PNS) aja.

Nah ini dia pemahaman ku selama ini. Taunya pensiun itu cuma urusan PNS saja. Ternyata pemahaman ku selama ini keliru. Gak mesti pegawai kok, siapapun mempunyai kesempatan untuk mempersiapkan pensiun sejahtera. Entah itu pedagang, petani maupun tukang ojek. Jadi pensiun bukan urusan pegawai aja lho.

Kenapa sih kita harus mempersiapkan dana pensiun. Kalo aku sih mikirnya gini, ketika kita udah berhenti bekerja karena faktor usia maka kita dituntut untuk bertahan hidup hingga tutup usia. Untuk itu kita harus mempersiapkan kemampuan finansial agar bisa bertahan di kala tua. Jadi pas udah tua gak perlu kerja keras membanting tulang untuk cari duit karena dana pensiun udah memenuhi kebutuhan hidup.

Nah gak mungkin khan dana pensiun mencukupi hidup di masa tua kalau di masa muda ini gak ngumpulin duit. Setidaknya ada beberapa cara untuk mempersiapkan tempat menanam uang pensiun. Diantaranya melalui reksadana dan tabungan pensiun dari lembaga keuangan.

Bedanya di reksadana tingkat likuiditas nya lebih bagus dari pada tabungan pensiun. Jika di tabungan pensiun bisa narik pas di usia pensiun. Kalau kita butuh uang mendesak tentu nominal dan persentase pengambilan udah ditentukan oleh pengelola dana pensiun. Sedangkan reksadana bisa ambil kapan pun.

Kekurangannya kalau diambil kapan pun, bisa-bisa pas pansiun tak dapat apa-apa. Enaknya sih reksadana kita bebas memilih komposisi investasi berdasarkan profik resiko masing-masing.

Sementara di tabungan pensiun pilihannya sangat sedikit. Cuma di tabungan pensiun uang yang kita sisihkan dapat diambil pas di usia pensiun. Bisa juga sih diambil sebelum pensiun tapi ada syarat tertentu. Kabar gembiranya di tabungan pensiun minimal setorannya bisa Rp. 50.000. Sedangkan di reksadana minimal Rp 100.000.

Ayo mau pilih mana? Reksadana atau tabungan pensiun?

Iklan

27 thoughts on “Dana Pensiun

  1. well malah sebagai PNS yang sering saya temui banyak yang belum punya konsep matang dengan masa pensiun nantinya padahal sudah secara otomatis gaji disisihkan untuk dana pensiun…

    intinya mau apa pun profesinya saya sepakat kalau butuh disisihkan dana melalui investasi jangka panjang dan digunakan di saat masa produktif sudah menurun alias ya pensiun tadi πŸ™‚

    Suka

  2. Jo …
    ini pengalaman pribadi … sejak 1990 sampai dengan feb 2013 kemarin … saya bekerja di sebuah perusahaan swasta.
    tiap bulan ada dana pensiunnya … (awalnya saya tidak begitu ngeh …)

    Tapi ketika keluar dari perusahaan … saya diberi tau oleh tim Remunerasi HR saya punya tabungan pensiun di A** sebesar sekian …
    Waaaaww alhamdulillah … saya bernafas lega … sangat membantu Jo

    Kalau reksadana ?
    Saya tidak ikut … saya orangnya bukan risk taker soalnya …
    saya dengar dana pensiun itu bisa di kombinasi dengan reksadana … hasilnya juga lebih besar … tapi ya itu tadi … saya orangnya konservatif

    Salam saya Jo

    (26/2 : 4)

    Suka

  3. Kalo saya ikut pola pikir orang tua jaman dulu, yaitu sedikit-demi sedikit dana yang terkumpul dijadikan aset yang kelak kemudian aset tersebut bisa menciptakan penghasilan. Aset tersebut misalnya kamar kos-kosan, rumah, tanah, mobil (untuk disewakan). Biar aset tersebut aman, perlu diikutkan program asuransi perlindungan.

    Kalo dalam bentuk tabungan pensiun, perlu dihitung-hitung dulu “nilai” uang dimasa yang akan datang, apakah sebanding dengan inflasi. Ada baiknya untuk tidak tertipu dengan besarnya nilai nominal yang dilihat pada masa saat ini. Misalnya, uang Rp 1 juta itu besar sekali untuk saat ini, tapi belum tentu “nilai”-nya akan sama besarnya pada 15 tahun yang akan datang.

    Suka

  4. Uhuuuy. ..
    Persiapannya udah mateng banget ya, Mas Jo.
    Kalau Saya udah pilih yg 100ribu tiap bulan. Tpi, bukan buat pensiunan. Melainkan buat masa depan. Gtu kata marketing Bank AB. πŸ˜€

    Suka

  5. Halo teman-teman, ini bukan lelucon. Itu sangat benar apa yang orang bilang tentang Islam serikat kredit. Aku telah membaca kesaksian dari lebih dari 4 orang di lokasi ini tentang bagaimana mereka punya mereka pinjaman dari mereka. Saya ingin memberitahu anda sekarang bahwa aku telah juga pergi ke sana untuk mencoba dan aku telah kembali. Aku hanya mendapatkan pinjaman dari mereka juga untuk meningkatkan bisnis saya. Aku tidak punya banyak hal untuk mengatakan. Sekarang aku harus pergi dan saya kembali, saya hanya saran untuk semua benar-benar mencari cepat pinjaman ini untuk menghubungi mereka tanpa rasa takut melalui mereka email (frb228815@gmail.com) dan kamu akan kembali ke sini juga memberi kesaksian anda dalam beberapa hari lagi. Ikuti mereka semua instruksi dan mereka prosedur untuk memberikan keluar pinjaman. Harus jujur dengan anda, mereka hanya akan meminta anda untuk mendapatkan PPI asuransi bond untuk menutupi keamanan untuk pinjaman karena anda tidak menyediakan ada jaminan. Tidak menyembunyikan tuntutan. Setelah anda mendapatkan PPI, kau akan mendapatkan pinjaman merosot. Lupa tentang apa yang orang-orang mungkin akan mengatakan tentang online pinjaman pemberi pinjaman. Ya itu benar ada beberapa yang palsu. Aku juga punya rasa takut seperti itu di masa lalu. Tapi dengan pengalaman dengan Islam serikat kredit, aku datang untuk menyadari bahwa ada masih beberapa baik dan sah secara online pemberi pinjaman saya telah menegaskan diri sendiri bahwa Islam serikat kredit yang sangat berbeda dan mereka adalah yang terbaik yang online pemberi pinjaman di mana semua orang berlari untuk sekarang, bekerja cepat dan terjangkau pinjaman.Jadi menghubungi mereka, hari ini, dan kau juga akan mengalami kebebasan finansial seperti diriku dan yang lainnya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s