0-250

Kami Seringkali Lupa

Jika aku perempuan, pilihkanlah seorang laki-laki yang membimbingku menuju singgasana Mu. Bila aku laki-laki, pertemukanlah dengan seorang perempuan yang membuatku dekat dengan Mu. Bukankah Engkau ciptakan kami menjadi satu kesatuan yang telah tertulis dalam kitab takdir.

Ketika Engkau amanahkan pada kami segumpal harta, entah kenapa kami enggan menyisihkan sebagian besar di jalan Mu. Kami takut harta itu habis. Celakanya kami pikir harta yang kami miliki tidaklah cukup.

Ketika Engkau kenalkan dengan kekasih yang kami idamkan. Kami malah diselimuti rasa cinta yang berlebihan. Sehingga rasa cinta pada Mu kian memudar.

Ketika engkau titipkan pada kami seorang anak. Kami lupa mengenalkan pada mereka tentang kekuasaan Mu. Kami sibuk mengajarkan matematika agar mampu memperoleh angka yang membuat kami bangga.

Diantara kami amat sedikit orang-orang yang bersyukur. Padahal Engkau telah melimpahkan nikmat dan anugerah yang tak terhingga. Namun, kami seringkali lupa bahwa mensyukuri nikmat tersebut adalah hal terindah yang abadi sepanjang masa.

Iklan

47 thoughts on “Kami Seringkali Lupa

  1. Saya suka dg posting ini Bang, terutama paragraf terakhir mengenai bersyukur.
    Semoga diri kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang pandai bersyukur…
    Terima kasih sharingnya, Bang…

    Suka

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, Ajo Ramli…..

    Mudahan sahaja dengan mensyukuri nikmat Allah akan menyadarkan kita bahawa kita hanya sekadar hamba yang dipinjamkan sesuatu oleh pemiliknya. Semoga kita tidak berusaha berpaling dari jalan-NYA yang lurus.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak. 😀

    Suka

  3. Terima kasih, Da Ramli…he he he
    Jujur, salah satu alasan saya dulu memutuskan menikah dengan orang yang baru mendekati saya dan langsung bilang ingin menikahi saya padahal kami gak pernah pacaran adalah ini. Saya ingin dia yang memiliki iman yang sama denga saya dan mengajak ke Syurga 🙂

    Terima kasih nutrisinya…

    Suka

  4. benar-benar menohok sekali. Kalimat yang sepertinya biasa saja namun menyuarakan kebenaran yang ada di dalam hati. ini bukan lagi menyindir tapi mengeluarkan isi hati yang seharusnya dilakukan

    Suka

  5. iya,manusia tempatnya lupa. jadi memang harus ada yang selalu mengingatkan, termasuk tulisan ini membuat saya harus lebih pandai untuk bersyukur. terima kasih ya…,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s