Ngepos via Hape

Sandiwara Polisi

Apa sih yang bisa kamu lakukan dengan uang Rp 85.000?. Mungkin mau beli sesuatu atau bisa juga untuk jajan makanan. Jangan-jangan uang segitu mau ditabung aja.

Bagi saya uang sebesar itu cukup untuk belajar arti kehidupan. Dengan uang tersebut saya mendapatkan pelajaran ilmu akhlak secara praktis.

Ceritanya bermula saat jalan-jalan bareng keluarga ke pemandian air panas di kota Solok, Sumatra Barat. Kami pulang udah agak larut malam.

Saat perjalanan pulang, mobil kami dihentikan polisi. Entah kenapa saya lupa pakai sabuk pengaman. Ketika pak polisi mengeluarkan pertanyaan standarnya, saya malah sibuk nyari SIM dan STNK. Yang ada cuma STNK, sementara SIM entah terselip dimana.

Perasaan saya naruh SIM di dalam dompet. Tapi dompetnya entah diletakan dimana. Melihat saya kebingungan si pak polisi malah nilang gitu. Sebab saya beralasan dompet ketinggalan di tempat teman. Jadi STNK yg ia pegang dilimpahkan kepada petugas yang ada di pos jaga.

Ternyata dompet saya terjatuh di bawah mobil. Seharusnya gak jadi ditilang donk karena SIM udah ketemu. Si polisi gak mau lepas gitu saja, saya malah dikenakan pasal pelanggaran tentang tidak pakai sabuk pengaman.

Awalnya si polisi yang ada di pos jaga nanya setelah dikasih SIM, “kamu pakai sabuk pengaman?”. Bodohnya saya malah bohong dengan bilang “pakai pak”. Padahal polisi sebelumnya udah ngasih tau kesalahan saya ada dua, tidak ada SIM dan tidak pakai sabuk pengaman.

Disinilah akhlak saya diuji, dimana menurut al Ghazali akhlak itu adalah respon pertama kita terhadap sesuatu. Seharusnya gak perlu bohong karena itu mencederai akhlak saya. Sudahlah, mungkin saya khilaf.

Tadinya pengen di tilang aja. Tapi gak mungkin juga karena besoknya saya harus ke kota Pekanbaru. Jadi gak bakal bisa ikutin sidang tilang. Untuk itu saya coba berdamai sama polisi dengan minta maaf. Saya pengen solusi yg terbaik aja.

Eh polisi nya malah minta kompensasi gitu. Katanya kalo di sidang bisa kena 150 ribu, untuk itu ia malah minta 100 ribu saja. Nah saya gak percaya bisa kena segitu banyak, mendingan di sidang aja. Dengan syarat yg ditahan bukan SIM tapi STNK. Nanti yg ikut sidang biar kakak saya karena besok saya mau ke luar kota.

Anehnya diluar pos jaga, seorang polisi provost malah bilang pelanggaran tidak pakai sabuk pengaman bisa kena denda 250 ribu. Nah ia bisa bantu tapi bayar sebanyak 85 ribu. Angka itu didapat setelah polisi provost tersebut berdiskusi dengan polisi tadi yang ada di pos jaga.

Sebetulnya saya pengen ditilang saja. Akan tetapi kakak ngotot berdamai, sebab ia gak mau ikut sidang karena tempat sidang jauh dari rumah. Dengan sangat terpaksa saya mengikuti keinginan kakak dengan mengeluarkan uang 85 ribu.

Ada yang ganjil dari perangai polisi tersebut. Kok mereka bisa salah dan gak sama nyebutin berapa dendanya. Selain itu polisi tersebut bilang kalo ikut sidang di kantor polisi, bukankah sidang itu di pengadilan. Saya pikir ini hanyalah sandiwara polisi untuk mengais rezeki.

Iklan

38 thoughts on “Sandiwara Polisi

  1. Seharusnya bilang gini Dik.
    Pak..maaf sebelumnya, saya ngaku salah dan minta maaf atas pelanggaran yang telah saya perbuat, jika bapak mau menindak saya dengan kewenangan bapak, saya siap, mohon bantuan bapak, kira2 kapan dan dimana saya harus sidang.

    Jika oknum polisi itu masih ngotot, tetap dengan sabar…” Pak saya ini orang yang ngak ngerti, oleh karena itu saya mohon bapak untuk menjelaskannya.”

    Dan kalau oknum itu menawarkan dengan iming2 damai, bilang gini “Maaf pak, saya takut, karena memberi dan menerima suap hukumannya sama,” saya tidak mau ada masalah dengan bapak maupun saya dikemudian hari, hanya karena pelanggaran yang saya lakukan. Biarlah saya sidang pak, untuk mempertanggung jawabkan kesalahan saya (tapi dengan nada sabar).”

    Biar oknum itu sadar kalau kelakuannya bernego-nego dengan pelanggar justru merusak polisi yang baik lainnya ๐Ÿ™‚

    Suka

  2. Waah baru kemarin selasa saya kena razia dan lolos walo sim dan stnk expired semua.
    Pernah pas pke mobil di semarang kena tilang. Mgkn lihat platny luar kota kali ya. Temen saya yg nyupir ngaku salah gak punya duit dan mobilnya mobil rental jd g bisa kalo ditahan stnk nya. Lagipula dia mahasiswa jogja. Akhirnya sama pak pol dilepas.

    Suka

  3. Jadi hal begini ini sudah jadi rahasia umum. Pasti setiap orang kalau dihadapkan dgn kejadian seperti yang ditulis disini, akan memilih untuk damai…
    Btw, sebenarnya saya tidak suka dgn istilah “damai” dalam kasus beginian. Tpbagaimana lagi, sudah lumrah istilahnya demikian…
    Selamat berdamai Bang…

    Suka

  4. kalau masyarakat yang salah melanggar tata tertib lalu lintas ditilang dan sudah seharusnya menjalani proses sidang, sebaiknya polis yang melakukan pelanggaran pun (mencoba menogesiasi untuk tdk mengikuti prosedur) harusnya ditilang dan disidang juga…barulah proses hukum dan keadilan bisa ditegakkan.

    Suka

  5. Alhamdulillah saya belom pernah ditilang ๐Ÿ˜€
    Kalo sampai ditilang saya pasti juga maunya sidang aja tapi dipikir2 lagi lah saya nggak tau juga prosedurnya jadi pasti mau juga klo diajak daman ๐Ÿ˜ฆ

    Suka

  6. Kemaren baru ditilang polisi di simp. Mall SKA gara-gara kelupaan hidupin lampu. Melayang duit 50 ribu, emang sih salah di aku-nya, tapi tetep aja sebel karena semua surat-surat lengkap. Dimaafin kek, atau dikasih peringatan aja, secara kan khilaf. Ini malah disuruh milih bayar denda atau sidang. Huh !.

    Suka

  7. Berarti kali ini Ajo dapat dua hikmah dibalik dua kisah antara polisi dan diri sendiri, yang penting jangan sampai jatuh dalam lubang yang sama ya ๐Ÿ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s