Kontes

Kertas Bekas

Irit tapi bukan pelit. Kalimat tersebut memiliki dua kata berbeda namun sering kali dianggap sama, yakni irit dan pelit. Kedua kata tersebut selalu disalah tafsirkan. Orang irit malah dibilang pelit.

Secara alamiah manusia itu mempunyai potensi kekikiran. Mereka yang bisa melawan kekikiran maka ia akan bersikap irit tapi bukan pelit. Terkait soal irit ini saya mempunyai pengalaman sendiri.

Saat bekerja di kantor lama, saya mempunyai kebiasaan buruk yaitu tidak peduli dengan aset kantor khususnya soal kertas. Pikiran saya saat itu adalah β€œtoh bukan milik saya, tapi punya perusahaan untuk apa berhemat, habiskan sajalah. Apalagi kertas itu dihabiskan untuk kepentingan kantor juga.”

Tiba-tiba turunlah hidayah kedalam otak saya ini. Saat itu stock kertas udah menipis, tapi kiriman alat-alat kantor baru belum sampai dari pusat. Jadi saya harus menyiasitnya agar berhemat sebelum stock kertas baru datang.

Sebelumnya kertas yang salah print kami simpan di sebuah tempat. Tujuannya sih kalau udah numpuk ya bisa dijual. Lumayan buat nambah jajan. Tujuan itu hanyalah untuk kepentingan pribadi.

Entah angin apa yang datang, tiba-tiba saya teringat dengan kampanye selamatkan bumi. Salah satunya adalah berhemat menggunakan kertas karena bahan utama kertas adalah pohon. Sementara pohon adalah sumber alam yang harus kita lestarikan. Jika semua pohon ditebang hanya untuk buat kertas yang kita buang-buang, mau hidup dimana kita lagi.

Sejak saat itu saya mulai berhemat menggunakan kertas. Dokumen yang bersifat tidak terlalu penting dan hanya dikonsumsi untuk pribadi dan internal saya print menggunakan kertas bekas yang halaman belakangnya masih kosong.

Kebiasaan itu ternyata telah menempel pada diri saya. Meskipun sudah pindah kerja dan berlainan kantor. Tetap saja kebiasaan berhemat dalam penggunaan kertas terus berlanjut. Tujuannya bukan hanya sekedar efesiensi pengeluaran perusahaan, tapi untuk menyelamatkan bumi.

Jika tujuannya hanya untuk efisiensi perusaahan. Mungkin saja suatu saat kita tidak suka sama perusahaan lalu kita malah menggunakan kertas dengan mubazir dan semena-mena. Akan tetapi jika tujuannya untuk menyelamatkan bumi. Maka dimanapun kita bekerja, suka atau tidak sukapun kita pada perusahaan, tetap saja kita akan berhemat menggunakan kertas. Bagitulah cara saya irit tapi bukan pelit dalam menggunakan kertas.

 

Β Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Irit tapi BukanPelit yang diadakan oleh Kakaakin

Iklan

9 thoughts on “Kertas Bekas

  1. Sukses buat GA nya uda…
    Alhamdulillah.. meski awalnya sulit akan tetapi karena ingat masa depan anak dan cucu kita, saya sudah melakukannya semenjak pertama kerja.. πŸ˜€

    Suka

  2. Kalo di kantorku, kami nyebutnya ‘kertas jelek’. Lumayan buat coretan konsep surat, dll.

    Terima kasih sudah Ikutan GA Irit tapi Bukan Pelit. SUdah tercatat sebagai peserta πŸ™‚

    Suka

  3. Sama seperti komennya MS.
    Saya paling nggak bisa lihat kertas putih yang dua sisinya masih bersih. Rasanya sayang kalau dibuang. Jadi kalau lihat kertas putih begitu biasanya saya sobek bagia putihnya trus saya satukan/disteples, jadi deh buku notes..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s