Ngepos via Hape

5# Pejuang Subuh : Mekanisme Tuhan

Semakin hari godaannya semakin berat. Hampir saja saya ketiduran hari ini. Saat terbangun saya nyaris mau tidur lagi, untung ingat mau nulis dulu sebelum subuh. Padahal semalam tidurnya cuma telat satu jam dari hari biasanya.

Kalau tidak saya paksakan untuk bangkit dari tempat tidur, mungkin setan udah berkuasa menaklukan diri saya. Alhamdulillah Allah masih memberikan nikmat untuk bangkit.

Saat tidur saya bermimpi, mimpi aneh yang mendorong saya untuk melakukan sesuatu hal terkait soal perasaan. Tapi pada tulisan kali ini tidak akan membahas mimpi itu.

Saya ingin bahas soal tema tausiyah di tempat kerja dari pimpinan perusahaan. Banyak sekali pesan-pesan moral yang terkandung dalam tausiyah tersebut. Salah satu yang tertanam dalam benak saya adalah soal nabi Adam yang diturunkan ke bumi setelah mendekati dan memakan buah dari pohon khuldi.

Jadinya saya teringat dengan status seorang teman yang nyeleneh di fecebook soal ini. Saya agak lupa kata-kata persisnya. Teman tersebut menganggap bahwa Adam saja disurga berbuat dosa sehingga dibuang ke bumi oleh Allah. Secara tak langsung ia menganggap disurga itu manusia bisa saja berbuat dosa dan terkesan Allah yang “membuang”. Saya pikir itu argumen yang terlalu memaksakan.

Berangkat dari tausyiah itu saya memahami bahwa turunnya Adam ke bumi setelah makan buah khuldi itu bukanlah soal berdosa atau tidak, dibujuk setan atau tidak, dibuang atau tidak. Tapi itu adalah persoalan mekanisme Tuhan atau mungkin lebih dikenal dengan sunnatullah.

Sebelum manusia diciptakan, sesungguhnya Allah telah menciptakan sebuah mekanisme itu sendiri. Surga merupakan simbol kebahagiaan hakiki. Sementara pohon khuldi merupakan simbol kezaliman. Allah telah melarang Adam untuk mendekati kezaliman, apalagi melakukannya. Allah melarang Adam mendekati pohon khuldi, akan tetapi Adam malah memakan buahnya.

Sehingga Adam harus menanggung konsekuensi karena telah melanggar mekanisme yang ditetapkan Allah, yakni keluar dari kebahagian surga. Setiba di bumi Adam pun bertobat, lalu tobat Adam diterima oleh Allah karena keburukan yang dilakukan oleh Adam berasal dari dirinya sendiri sedangkan kebaikan besumber dari Allah. Akan tetapi mekanisme Tuhan tetap selalu ada dibumi ini.

Jika di surga simbol kezaliman itu dalam bentuk pohon khuldi. Maka di dunia ini begitu banyak sekali simbol-simbol kezaliman. Jangan pergi ke tempat maksiat karena ditempat itu lebih dekat dengan perbuatan zina. Jangan memakan yang haram kerena makanan itu sama halnya menzalimi diri sendiri. Jika seandainya melakukan kezaliman maka bersiapalah keluar dari kebahagian.

Larangan dan perintah Allah selalu mengandung makna dan rahasia yang sebagian tabirnya belum tersingkap.

Bagaimana dengan perintah shalat subuh berjamaah? Apakah shalat berjamaah itu mengandung mekanisme Tuhan? Tentu saja, tapi saya belum memahaminya. Seperti halnya nabi Adam yang belum memahami mekanisme kezaliman yang dilambangkan lewat pohon Khuldi.

Dalam shalat subuh berjamaah terkandung makna dan manfaat yang mungkin belum saya ketahui. Saya yakin disetiap perintah Allah selalu tersimpan manfaat yang tidak saya sadari. Seperti shalat subuh berjamaah ini. Apa sih manfaatnya?

Semoga saya menemukan jawaban itu. Kalaupun tidak sekarang, nanti waktulah yang akan menjawab. Allah selalu membimbing hamba-hamba yang dikehendaki Nya, yaitu hamba-hamba yang terus menerus mendekat pada Nya.

Iklan

6 thoughts on “5# Pejuang Subuh : Mekanisme Tuhan

  1. kata mereka yang pintar sih semuanya memang mengandung maksud dan tujuan,
    kadang kita aja telat mengetahuinya.
    ditunggu makna yang terkandung dari anjuran shalat subuh berjamaah.

    Suka

  2. Bener juga ya Jo. Seperti kasus nabi Adam segala sesuatunya memang berjalan berdasar suatu mekanisme ya. Jadi ga usah menyalahkan pihak/orang lain karena segala sesuatunya kembali ke kita sendiri..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s