Ngepos via Hape

3# Pejuang Subuh : Menemukan Tanda

Masih ingat dengan pesan charles duhigg tentang kebiasaan. Jika tidak, mari tengok kembali tulisan pertama dari seri menulis ini. Atau, lebih baik kembali saya ulang saja kutipannya.

Charles Duhigg berkata “perubahan mungkin tidak bisa cepat dan tidak selalu mudah. Namun dengan waktu dan upaya, nyaris setiap kebiasaan bisa dibentuk ulang”

Kutipan itu mengandung pesan bahwa kebiasaan memang tidak dapat kita hilangkan tapi kebiasaan itu perlu dibentuk ulang. Perlu waktu dan upaya yang sungguh-sunggu karena membentuk ulang kebiasaan itu tidak selalu mudah dan secepat yang dibayangkan.

Oleh karena itu Duhigg mempunyai beberapa langkah untuk membentuk ulang kebiasaan yakni identifikasi rutinitas, coba-coba dengan ganjaran, temukan tanda dan susun rencana.

Langkah-langkah tersebut tidak lepas dari usaha untuk mewujudkan lingkaran kebiasaan (tanda-rutinitas-ganjaran). Ketika lingkaran kebisaan itu telah dipahami, maka membentuk ulang kebisaan dapat direalisasikan

Supaya tidak berpanjang lebar, mari langsung saja pada kebiasaan subuh berjamaah. Seperti diketahui kebiasaan buruk saya selama ini adalah ketiduran saat subuh. Untuk membentuk ulang kebiasaan buruk itu saya mesti membangun kebiasaan baru yaitu dengan shalat subuh berjamaah di mesjid.

Nah, kenapa sih kok bisa ketiduran terus diwaktu subuh. Makanya saya harus menemukan tanda-tanda agar kebiasaan buruk ini dapat dibentuk ulang.

Tanda-tanda pertama bukan di waktu subuh itu sendiri tapi saat mau tidur. Sebelum tidur saya tanamkan dalam pikiran bahwa besok pagi saya harus bangun untuk shalat subuh berjamaah. Jika ada alarm maka alarm diset sesuai dengan waktunya. Sayang saat ini saya gak punya alarm, alias belum sempat beli.(Ahh bukan ngeles lho). Kalaupun ada itu alarm hp yang seperti biasa membangunkan saya. Berhubung hp saat ini lagi rusak, maka saya mengandalkan niat dan tekad kuat sebelum tidur untuk bangun subuh.

Saya percaya, jika kita memiliki tekad kuat untuk bangun maka Allah akan mengajarkan malaikat untuk membangunkan kita di waktu subuh tanpa alarm. Cuma kalau udah bangun kita mau ngapain? Apakah tidur lagi? Nah inilah kebisaan buruk yang sering kali terjadi pada saya. Udah dibangunin sama malaikat, ehh malah tidur kembali.

Itulah yang pengen saya ubah, yaitu dengan menemukan tanda-tanda agar tidak tidur lagi. Idealnya pertama bangun itu kudu langsung ingat Allah, setelah itu temukan tanda dari masing-masing kita. Kenapa sih kita harus bangun.

Kalau saya, tandanya yaitu langsung ingat menulis. Saya harus bangun karena pagi ini “saya harus nulis”. Jadi sebelum subuh sekitar jam 4 saya bisa nulis sedikit sembari menunggu azan berkumandang. Kenapa pilih menulis? Karena menulis ini dapat memberikan ganjaran luar biasa pada batin.

Kemudian tanda yang lain yaitu minimal 1/2 jam sebelum azan saya harus paksakan mandi. Gunanya agar kagak ngantuk lagi. Kalau gak mandi, kebiasaan buruk selama ini ialah ketiduran di detik-detik terakhir sebelum azan.

Hingga saat ini itulah tanda-tanda yang dapat membantu saya dalam membentuk ulang kebisaan buruk menjadi kebisaan shalat subuh berjamaah.

Apa tanda-tanda mu untuk bangun disaat subuh?

Iklan

6 thoughts on “3# Pejuang Subuh : Menemukan Tanda

  1. tapi bener loh Jo.. kalau sebelum tidur kita niatkan mau bangun, Insya Allah terbangun kok. Saya sering membuktikan sendiri baik itu untuk Subuh maupun bangun tengah malam karena harus mengejar pesawat pagi ke airport. Walaupun kadang kuatir bablas karena mungkin hanya sempat tidur 2 atau 3 jam saja, tapi kalau niat itu kuat biasanya terbangun kok..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s