Ngepos via Hape

2# Pejuang Subuh : Menancapkan Tekad Baja

Jika sesuatu yang dilakukan itu berangkat dari tekad kuat, semangat menggelora dan keikhlasan, maka apa yang dikerjakan akan terasa mudah. Sebetulnya tidak ada yang sulit bila yakin bahwa kita bisa melakukannya. Allah akan memberi jalan, yakni jalan yang lurus melalui hidayah Nya.

Seperti hal melaksanakan shalat subuh berjamaah. Sesungguhnya tidak ada kesulitan apabila memiliki tekad baja lantas bersemangat dan penuh keikhlasan. Terkadang untuk mewujudkan shalat subuh berjamaah itu akan melewati fase ujian, dimana setan akan berupaya menggagalkannya.

Berangkat dari tulisan pertama dari rangkaian catatan subuh berjamaah ini, saya mendapat komentar dari beberapa sahabat bloger yang pernah mencoba untuk menggalakan shalat subuh berjamaah di mesjid.

Salah satu bloger tersebut adalah bang Febrian Hadi yang berkata “Sejak pertengahan tahun kemarin sudah bergabung di @PejuangSubuh tapi untuk menjadi mujahid selama 40 hari tiada henti masih belum bisa, ditengah ada yang bolong-bolong”

Nah dari sini saya makin sadar bahwa perjalanan untuk mewujudkan subuh berjamaah semakin berat. Akan banyak cobaan dan rintangan yang akan dihadapi. Misal saja ketiduran, hujan, dingin, ngantuk dan alasan lainnya yang membuat kaki berat untuk melangkah ke mesjid.

Untuk apa jauh-jauh berjihad ke negeri muslim yang dilanda konflik jika melawan diri sendiri saja belum sanggup. Shalat subuh aja ketiduran, pergi jamaah ke mesjid masih banyak alasan. Oleh sebab itu berjihad melawan diri sendiri juga merupakan perjuangan menenggakan agama Islam di muka bumi ini.

Saya di semangati oleh blogger lain, yakni Ysalma. Uni Ysalma berkomentar “Semangat jo, pasti bisa, kalau semua anak muda punya tekad seperti ini, semua akan aman.” Dari komentar itu saya seakan mendapat petunjuk bahwa untuk memulai subuh berjamaah ini saya tidak hanya cukup memilik niat saja, tapi saya harus mempunyai tekad yang kuat.

Sebuah rumah akan berdiri kokoh jika mempunyai pondasi yang kuat. Meskipun badai menerpa dan gempa bumi mengguncang dengan hebat, maka rumah tersebut tidak akan runtuh dan tetap berdiri seperti semula.

Begitupun dengan upaya melaksanakan subuh berjamaah. Dengan tekad kuat, semua rintangan yang menghalangi dengan mudah disingkirkan.

Jadi, untuk memulai gerakan subuh berjamaah tidaklah cukup dengan niat saja, tapi harus diiringi tekad baja. Jika ditengah perjalanan saya gagal, dengan tekad baja inilah saya bangkit dan tidak menyerah.

Jika kita punya sepeda motor, tentu sepeda motor tersebut tidak akan bisa jalan kalau tidak diisi dengan bahan bakar. Apakah bisa diisi dengan air? Bisa, tapi motor tak akan pernah jalan. Sebab yang dibutuhkan adalah bensin, bukan air.

Begitupun dengan subuh berjamaah. Apakah bisa? Tentu bisa jika jiwa dan raga ini di isi dengan bahan bakar tekad nan kuat, yang dibutuhkan adalah tekad bukan sekedar niat. Seberat apapun godaannya kaki akan tetap melangkah ke mesjid.

Semoga tekad ini selalu bersemayam di dalam diri karena tekad adalah nikmat Allah yang tak bisa dipungkiri.

Iklan

6 thoughts on “2# Pejuang Subuh : Menancapkan Tekad Baja

  1. ada yang ngasih tips kalau sebelum tidur itu niatkan dengan kuat agar bisa shubuh jamaah di pagi hari… ini jadi salah satu pesan bahwa memang butuh tekad kuat untuk merealisasikannya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s