Ngepos via Hape

1# Pejuang Subuh: Toko Buku

Cerita ini berawal ketika saya ke sebuah mall di Pekanbaru. Tujuan utama pergi kesana hanya untuk services laptop yang lagi rusak. Berhubung satu jalan, setelah services saya singgah di sebuah toko buku.

Sudah jadi kebiasaan kalo pergi ke mall itu hanyalah untuk singgah ke toko buku. Kalaupun ndak beli, ya setidaknya baca-baca buku baru secara gratis. Itupun dengan konsekuensi baca sambil berdiri.

Sebab kursi buat baca amat sedikit dan sudah diduduki oleh orang lain. Nah, akhirnya saya baca buku-buku baru sambil berdiri.

Kadang ada teman yang bilang “gak malu lo pergi ke toko buku hanya lihat-lihat doank, tapi gak beli”. Buat apa malu, kita kan hanya baca kok bukannya mencuri. Jika pergi ke toko buku buat nyuri barulah ente malu.

Hari itu saya betul-betul malu ketika menemukan satu buku tentang shalat subuh dari @pejuangsubuh. Buku tersebut merupakan kumpulan cerita orang-orang yang berjuang untuk shalat subuh berjamaah di mesjid. Saya malu pada diri sendiri.

Kenapa saya masih punya alasan untuk pergi berjamaah di mesjid saat shalat subuh. Bukankah setan itu mempunyai berbagai cara untuk menyesatkan manusia. Salah satunya adalah di waktu subuh.

Saya selalu ingat bahwa sesungguhnya setan tidak mempunyai kekuatan untuk memperdaya orang-orang beriman. Bukankah hal itu dapat menjadi pegangan untuk melawan godaan setan di waktu subuh.

Dalam buku itu pula saya menemukan sebuah metode untuk shalat subuh berjamaah di mesjid dengan cara membiasakan diri secara berturut-turut berjamaah di mesjid selama 40 hari tanpa terputus satu hari pun. Jika dalam satu hari gak berjamaah, maka hitungannya kembali diulang dari nol.

Bayangkan bro, jika udah melaksanakan shalat subuh berjamaah selama 39 hari berturut-turut tapi di hari 40 bolong maka hitungannya kembali dimulai dari nol. Sebetulnya metode ini sudah pernah saya temukan saat coba berhenti merokok.

Namun baru kali ini saya jumpa metode ini digunakan untuk melatih kebiasaan shalat berjamaah, itupun lewat shalat subuh pula. Lantas saya teringat dengan metode dari charles duhigg perihal mengubah sebuah kebiasaan dengan empat langkah kerja, yakni identifikasi rutinitas, coba-coba dengan ganjaran, temukan tanda dan susun rencana.

Duhigg berkata “perubahan mungkin tidak bisa cepat dan tidak selalu mudah. Namun dengan waktu dan upaya, nyaris setiap kebiasaan bisa dibentuk ulang“.

Tulisan ini adalah salah satu upaya untuk membentuk ulang kebiasaan, yaitu kebiasaan shalat subuh berjamaah. Postingan ini adalah kombinasi dari kedua metode tersebut.

Angka pada judul tulisan diatas merupakan tanda untuk menentukan kesinambungan selama 40 hari. Jika nanti ditengah jalan shalat subuh berjamaahnya bolong maka bentuk angkanya akan berubah seperti (2) #1. Angka dalam kurung menunjukan kegagalan dan udah dua kali ngulang untuk memulai kembali hitungan awal dari angka 40.

Sebisa mungkin tulisan ini diposting setelah menunaikan subuh jamaah. Hal itu berfungsi sebagai upaya untuk menemukan tanda. Jadi ketika bangun, langsung ingat pada metode ini. Agar jangan sampai nanti setelah subuh gak bisa posting. Cara itu salah satu dari bentuk melawan rasa kantuk.

Untuk memulai sesuatu hal yang baik itu memang membutuhkan ujian yang berat. Dihari pertama menggunakan metode ini saja godaanya sudah berat, yakni hujan.

Ingat, tidak ada alasan untuk tidak shalat subuh berjamaah di mesjid. Apakah saya akan mati ditimpa air hujan? Tidak khan. Untuk itu saya menyemangati diri saya sendiri untuk melewati hujan yang turun hari ini.

Iklan

11 thoughts on “1# Pejuang Subuh: Toko Buku

      1. Sejak pertengan tahun kemarin sudah bergabung di @PejuangSubuh tapi untuk menjadi mujahid selama 40 hari tiada henti masih belum bisa, ditengah ada yang bolong-bolong πŸ™‚

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s