Ngepos via Hape

Menangkap Hujan

Pagi ini kota pekanbaru di guyur hujan lebat. Sesekali guntur menggelegar dan petir berkedip sekan lewat di pelupuk mata. Mendung nan gelap semakin membuat pagi ini terasa mencekam. Rintik hujan seakan tak henti menghujam bumi.

Tidak sedikit yang mengeluh, takut dan gelisah. Dentuman guntur menimbulkan ketakutan. Kilauan petir membuat hati kian cemas. Awan mendung mengakibatkan perasaan menjadi suram.

Entah kenapa kita terlalu fokus pada hal-hal yang menakutkan itu. Bukankah semua itu hanyalah sebuah pancaran fenomena yang menyatu pada hujan. Seperti pancaran sinar matahari pada bulan.

Tidakkah kita terkesima dengan keindahan bulan yang cahaya merupakan pancaran dari sinar matahari. Kenapa kita tidak takjub dengan rintik hujan hanya karena fenomena guntur, petir dan awan hitam yang menakutkan itu. Bukankah hujan yang menyuburkan tanah nan gersang.

Seperti halnya segumpal hati. Jika tidak ada cahaya Ilahi, hati akan terasa hampa. Suatu saat akan banyak ujian dan musibah yang akan dilewati hanya untuk menemukan cahaya Nya.

Melewati ujian dari Nya itu seperti berdiri dibawah hujan yang penuh dengan dentuman guntur dan petir yang berkilau seakan menyambar diri ini.

Aku begitu takut. Malah terlalu fokus pada petirnya bukan memahami betapa pentingnya arti hujan itu. Hujan yang membuat tanaman menjadi subur dan bunga semakin indah.

Seperti halnya kegelisahan yang kurasakan kala ditimpa masalah. Bukannya fokus pada solusi dan hikmah di balik masalah itu. Tapi terlalu resah pada hal-hal kecil dalam masalah itu sendiri.

Setelah kekacauan akan datang keteraturan. Dalil itu yang menjadi pegangan bagi para pemegang prinsip chaos. Bila mau sedikit membuka pikiran, memang dibalik kesulitan akan selalu ada kemudahan. Bukankah pelangi hadir setelah terunnya hujan.

Marilah sedikit menangkap makna dibalik fenomena hujan. Hamparan bumi ini adalah kitab suci Tuhan yang seharusnya ditarik hikmahnya dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah terus memberi nikmat kepada kita untuk bisa membaca kekuasaan Nya dan membuat kita semakin dekat dengan Nya.

Iklan

6 thoughts on “Menangkap Hujan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s