Ngepos via Hape

Hal-hal bodoh yang pengen saya lakukan

Tiba-tiba saja terlintas sebuah pikiran dalam benakku. Aku tak tahu entah kenapa pikiran bodoh itu menghinggapi.

Ada beberapa hal bodoh yang pengen aku lakukan.

Pertama, masuk penjara. Inilah hal terbodoh yang pernah terbesit dalam pikiranku. Penjara adalah tempat menakutkan karena disana konon berkumpul orang-orang yang disebut oleh masyarakat dengan sebutan “orang jahat”. Apakah mereka yang tinggal di penjara itu jahat?. Aku pikir belum tentu.
Kalaupun masuk penjara, pengennya masuk dalam keadaan terhormat. Keadaan dimana masuk karena bukan berbuat jahat, tapi bisa jadi ada yang berniat jahat. Orang-orang seperti ini cukup banyak yang mendekam di penjara, seperti buya Hamka.

Mungkin karena terinspirasi pada buya Hamka yang menelorkan karya dari balik jeruji besi memunculkan keinginan bodoh ku itu.

Kedua, travelling tanpa uang sepeserpun. Nah ini nih yang paling gila lagi. Apalagi di zaman sekarang yang dimana-mana selalu pakai uang. Bahkan untuk pipis aja kudu pake uang. Apa bisa pergi mengembara tanpa sepeserpun uang?

Tak bawa uang bukan berarti tak bawa apa-apa. Dalam pengembaraan itu aku cuma bawa pakaian secukupnya, laptop dan kamera. Untuk apa alat-alat itu?

Tentunya untuk menulis. Aku ingin menulis sisi-sisi kehidupan yang ditemukan dalam perjalanan itu. Sungguh banyak sudut pandang kehidupan yang akan dapat dipetik ditengah keterbatasan dana yang dimiliki.

Sepertinya ada satu modal yang dapat dibawa, yakni naluri untuk bertahan hidup walau tak punya sepeserpun uang. Nah, persoalannya sanggupkah saya untuk bertahan dalam perjalanan gila seperti itu?

Setelah aku renungkan sejenak, ternyata hal-hal bodoh yang pengen aku lakukan itu termotivasi oleh semangat untuk menulis.

Hal ini membuat aku sadar bahwa menulis ada sebuah pilihan hidup yang tak pernah bisa disingkirkan dalam sisa usia ku ini. Sementara aku sendiri belum paham alasan kenapa aku harus menulis.

Iklan

12 thoughts on “Hal-hal bodoh yang pengen saya lakukan

  1. Ah yg pertama itu emang pernah saya utarakan juga. Pengen juga nyicipin dibui gara-gara terinspirasi sama Soekarno, Pramoedya, Mandela, sama V for Vendetta.
    Punya pemikiran bahwa “Penjara menghebatkan orang besar”. 😀

    Suka

  2. kalau ke penjara kan bisa tuh dalam rangka kunjungan, nggak harus karena tindakan kriminal. hehe
    trus, kalau soal traveling tanpa uang, pasangan mba Imazahra dan aa Risyan jalan-jalan ke afrika tanpa persiapan uang yang cukup. tapi alhamdulillah mereka bisa jalan-jalan selama enam bulan keliling afrika dan eropa. benar-benar menginspirasi 🙂

    Suka

    1. Kalau kunjungan bisanya cuma sebentar aja, jd gak tau gimana dinamika kehidupan di dalam penjara…

      Wah, salut juga ya.. Apalagi travelingnya ke luar negeri.. Tapi tetap aja bawa uang ya mbak, meskipun jauh dari kata cukup… Nah ini jalan-jalan tanpa bawa uang sepeserpun… Bisa kah? Hihihih

      Suka

  3. kalao jalan nggak.pake uang bisa aja uda…itu tu kayak acara d tv yg.jalan2 cuma kuota ..mereka mengandalkan temn2 dunia maya nya 😀
    kalo pergi ajak2 ya 😀

    Suka

      1. heheh
        iya sih,,tapi kalo di pikir-pikir bisa juga itu uda…kan nanti dibayarin temennya gitu… 😀 atau barter aja bisa g ya :p

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s