Ngepos via Hape

Bukan Resolusi

Hidup satu tahun itu berarti hidup lebih kurang 365 hari, sehari 24 jam. Apa yang telah dilakukan selama 8760 jam itu. Tentunya sebagian menghabiskan dengan tidur, sebagian lainnya digunakan untuk beraktifitas. Disisi Allah 1 tahun bagi kita tak lebih dari 1,5 menit menurut perhitungan Nya.

Apakah aktifitas itu telah berjalan dengan ketentuan yang melekat pada diri ini, yakni beribadah kepada Tuhan. Hidup itu memang singkat, tapi terasa panjang bagi orang-orang yang tidak bersyukur.

Rasanya memang butuh intropeksi diri. Renungan yang dalam bahwa sesungguhnya sedikit sekali manusia yang bersyukur. Siapa bersyukur dialah yang beruntung. Setahun dilalui dengan waktu yang terasa sebentar bagi mereka yang menghargai nikmat kehidupan.

Begitupun dengan satu tahun ke depan. Tidak akan lama jika mengisinya dengan amal kebaikan.

Untuk itu saya membulatkan tekad di awal tahun ini. Jika setahun kedepan masih diberikan kesempatan hidup oleh Nya. Ada beberapa goal yang harus terwujud. Saya tidak akan bisa menggapai tujuan ini tanpa nikmat dan karunia dari Nya.

Pertama, menemukan passion dalam segala aktifitas yang saya lakoni. Baik itu pekerjaan, ngeblog, hobi, rutinitas dan segala macam aktifitas lain. Ketika kita mengerjakan sesuatu itu dengan hati senang, maka tidak ada beban berat dalam hidup ini. Untuk bisa mendapatkan itu butuh upaya berkesinambungan yang tak akan pernah terhenti oleh pergantian tahun.

Kedua, menaklukan rasa takut. Mengelola rasa takut itu tidaklah mudah, bukan berarti mustahil untuk menjinakannya. Satu-satu yang ditakuti itu hanyalah Allah. Oleh karena itu, goal untuk mulai terjun berbisnis berawal dari meredam rasa takut ini. Semoga tahun ini saya berani memulai bisnis.

Ketiga, dalam satu tahun kedepan saya akan berusaha keras. Ada target yang harus dipenuhi yakin terus berupaya untuk memahami dan menghafal Al Quran minimal 5 juz dalam satu tahun. Untuk hal ini butuh keikhlasan, kesabaran dan sikap optimis. Bukankah yang pantas membuat kita iri adalah para penghafal Al Quran. Mereka bisa, kenapa kita tidak.

Keempat, terus berupaya memperbaiki diri. Ini adalah tekad yang tidak hanya berlaku selama satu tahun saja. Tapi tekad ini adalah tekad yang selalu hadir disetiap detik dalam hela nafas ini. Saya tak tahu kapan panah kematian menghunus jantungku. Untuk itu butuh upaya ini agar hidup berakhir dengan baik. Akhir kehidupan seperti itu merupakan nikmat yang didambakan setiap insan.

Ini bukanlah resolusi. Kebulatan tekad diatas adalah semacam tamparan untuk diri saya sendiri. Menanam ke dalam alam bawah sadar bahwa tidak ada yang tidak bisa jika Allah berkehendak.

Satu hal yang saya khawatirkan adalah munculnya potensi kemunafikan yang ada dalam diri ini. Dikala saya berbicara lewat lubang satu, tapi sikap saya keluar di lubang yang berbeda. Hal-hal seperti itu membuat hati kelabu.

Semoga potensi kemunafikan itu tidak mewarnai hati ini. Agar tekad diatas mencengkram dengan kuat dan kokoh dalam kalbu ini.

Iklan

6 thoughts on “Bukan Resolusi

  1. Iya yang paling mengerikan itu menjadi munafik. Kita menulis seolah baik padahal kelakuan kita gak seperti itu. Sehingga banyak orang tertipu oleh sebuah tulisan. Naudzubillah ya Ajo… Semoga kita terhindar dari demikian

    Waktu terasa cepat jika kita bersyukur.. leganyaa… saya merasa waktu terasa sangat cepat

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s