Ngepos via Hape

Membatasi Alam Bawah Sadar

Pada dasarnya diri ini mempunyai dua alam, yakin alam sadar dan alam bawah sadar. Keduanya bagaikan mata uang yang tak dapat dipisahkan. Namun, terkadang kita sering kali memahami dari satu sisi, apalagi kalau bukan sisi alam sadar saja.

Alam sadar mempunyai potensi dan kemampuan yang terbatas. Seperti halnya keterbatasan akal yang kita miliki. Sisi ini tak sanggup memahami dunia metafisika. Berdiri hanya di ranah logika saja.

Sedangkan alam bawah sadar memiliki kemampuan yang tak terbatas, bahkan tak terhingga. Namun, celakanya kita selalu membatasi alam bawah sadar yang kita miliki.

Contohnya, mungkin kita pernah berpikir tidak bisa melakukan sesuatu hal yang tampak mustahil dan tak logis. Padahal jika kita mencoba tak ada yang tak bisa jika Tuhan berkehendak.

Ketika kita berpikir tidak bisa, maka disitu kita telah memerintahkan alam bawah sadar untuk tidak melakukan apa-apa.

Tengok saja sebuah batu. Rasanya batu nan keras itu mustahil sekali dapat dilobangi oleh setetes air yang cair. Kemustahilan itu dapat ditangkal dengan kenyataan bahwa tetesan air yang berkesinambungan dapat membuat batu yang keras itu berlobang.

Dilain hal pernahkah kita berpikir bahwa mustahil untuk menjadi presiden. Jangankan presiden, jadi rakyat saja kita sudah pusing tingkat akut. Pikiran semacam itulah yang pada prinsipnya membuat kita membatasi alam bawah sadar yang kita miliki.

Semua manusia yang hidup di Indonesia ini berpotensi untuk menjadi presiden kelak. Namun, banyak yang membatasi potensi itu sehingga setiap prilakunya tidak akan pernah mengarah untuk menjadi seorang presiden.

Hal diatas adalah sebuah perumpamaan yang besar. Jika dalam hal-hal besar kita telah membatasi diri. Tak dapat dipungkiri dalam hal-hal kecil kita sering juga membatasi diri.

Misalnya ketika kita berjalan di pusat perbelanjaan. Tampak barang yang sangat kita sukai tapi harganya begitu mahal. Tiba-tiba pikiran kita mengatakan “wah mahal sekali, mana mungkin saya bisa beli dengan gaji saya yang pas-pas ini”. Jika kita berpikir seperti itu sudah barang tentu pikiran kita tak akan mengarah untuk mendapatkan barang mahal itu karena dari awal sudah membatasi diri dengan tak sanggup membelinya.

Berbeda dengan orang-orang yang berpikir optimis dan positif. Mereka akan berkata “oke saat ini barang ini boleh mahal, suatu saat saya akan beli barang ini dengan murah karena saya tidak akan bergantung pada gaji, tapi saya akan cari tambahan penghasilan dengan berbisnis”. Dengan berpikir seperti itu tindakan dan prilaku akan mengarah supaya bisa beli barang mahal tersebut dengan cara menjalankan bisnis sampingan.

Begitulah sekiranya hal-hal yang sering membuat kita membatasi alam bawah sadar kita sendiri.

Iklan

15 thoughts on “Membatasi Alam Bawah Sadar

  1. mungkin inilah yang membuat ilmu NLP bisa populer sedemikian rupa, antara teori dan alam pemikiran diantara logika serta perasaan bahwa dalam hidup kita punya 2 alam 🙂

    Suka

      1. saya juga orang awam bg Ajo, NLP itu sering disebut Neuro-linguistic programming sebuah pendekatan yg dilakukan dgn berbagai cara ilmiah termasuk mengaitkan dengan ilmu bawah sadar manusia 🙂

        Suka

  2. Kalau saya sih cenderung suka berfikir gini.. sekarang saya belum bisa nanti jika sudah waktunya pasti bisa atau ada jalan. Salah satu contoh soal belanja sesuatu barang yang harganya mahal, saya selalu ogah keluar uang untuk hal mahal. Tapi Alhamdulillah selalu saja dapat, entah ternyata disuatu saat discont atau ada yang memberi.

    Suka

  3. saya senang Jo baca tulisan ini… bikin saya pede menjalani hari sebagai pengangguran dan melakukan apa yang ingin saya lakukan selepas resign dari kantor

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s