Ngepos via Hape

Renungan Malam

Ya Allah. Aku tidak bisa melukiskan apa yang ku rasakan saat ini. Dalam keheningan malam aku mencoba untuk melepaskan semua harapku pada Mu. Wahai Tuhan, Engkau tahu isi hatiku. Apakah yang terbetik dalam perasanku ini sama dengan apa yang dirasakan olehnya.

Jangan-jangan hanya aku saja yang sok kepedean. Jangan-jangan getaran di hatiku bagaikan tong kosong yang meredup bunyinya. Entah kenapa semua kebaranianku musnah kala berhadapan dengan takdir Mu.

Betapa banyak orang-orang yang hidup di masa lalu. Sebagian dari mereka telah punah peradabannya seperti kaum nabi Nuh, Nabi Luth dan lain-lainnya. Sebagian lagi tetap bertahan hingga kini. Dari semua itu hanya terdapat dua macam orang, yakin orang-orang yang telah Engkau tunjukan jalan lurus dan orang-orang yang terjebak di jalan kesesatan.

Aku sadar bahwa aku tidak mampu berjalan sendiri. Aku butuh tuntunan, aku butuh jiwa-jiwa tenang yang mengisi ruang kosong di hatiku. Aku butuh belahan jiwa yang membuatku selalu sanggup berjalan di jalan Mu yang lurus.

Jika seandainya jodoh dan rezeki itu bukan bagian dari rahasia Mu. Mungkin banyak orang-orang yang berpaling dari Mu. Ketika rahasia itu menjadi misteri, maka disitulah letak dari ujian hidup yang sesungguhnya.

Mereka yang belum Engkau pertemukan diuji dengan kesabaran untuk terus memperbaiki diri. Sedangkan mereka yang telah menjalankan sunnah Mu tetap juga diuji dengan kesabaran untuk mempertahankan ikatan suci.

Kalaupun ikatan itu putus, Engkau menghalalkan tapi perbuatan cerai itu adalah perbuatan yang engkau benci. Untuk itu Engkau memerintahkan para hamba Mu untuk berpisah dengan cara yang baik tanpa memutus jalinan silahturahmi.

Sementara orang-orang yang belum mengucapkan janji suci tetap juga Engkau tuntutun untuk terus berbuat baik dan memperbaiki diri. Bukankah Engkau telah menjanjikan lelaki baik untuk perempuan yang baik dan begitu juga sebaliknya.

Akan tetapi aku tak percaya di dunia ini ada orang baik dan orang buruk. Setahuku yang ada itu adalah orang-orang yang terus memperbaiki diri dan orang-orang yang terjebak dalam perbuatan buruk. Semoga Engkau pertemukan kami dengan orang-orang yang bertekad untuk berbuat baik demi Mu.

Iklan

3 thoughts on “Renungan Malam

  1. Aamiin.. Aamiin.. Aamiin YRA

    Apa yang tertulis disini, sempat saya rasakan kemarin. Jawabannya akhirnya ya sudahlah biar seperti air mengalir yang insya Allah akan ada akhirnya yaitu kebahagiaan. Karena Allah Maha Tahu apa yang terbaik buat diri kita.
    Betul kan?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s