Ngepos via Hape

Mengadu Pada Allah

Sudah berapa banyakkah kita memanjatkan do’a kepada Allah?. Apakah kita merasa lelah atau semakin yakin bahwa suatu saat harapan itu akan indah pada waktunya?

Mungkin kita pernah menyerah. Atau bisa jadi kita telah pasrah. Apapun yang terjadi kita lepaskan pada kuasa Nya. Itu bukan berarti kita berhenti untuk berdoa. Sebab masalah muncul silih berganti.

Boleh jadi do’a yang kita panjatkan telah dijawab dengan cara-cara yang sulit untuk kita mengerti. Bisa saja doa-doa itu tak terwujud dalam bentuk realitas tapi begitu ampuh menyingkarkan noda-noda hitam dalam kalbu kita.

Sebaik-baik tempat mengadu adalah mengadu pada Nya. Pencipta semesta alam yang tahu isi hati setiap manusia. Suatu perkara tidak akan pernah terjadi tanpa kehendak dari Nya.

Kita ingat kisah pengaduan seorang perempuan kepada Allah, yaitu Khaulah binti Tsa’labah yang dizalimi oleh peradaban kala itu. Bahkan ia mendebat Rasulullah dan saat itu belum turun wahyu yang mampu menjawab masalah yang terkait dengan Khaulah karena Rasulullah belum mendapatkan wahyu dari Allah perihal persoalan itu.

Sudah menjadi kebiasaan masyarakat jahiliyah saat itu yang mengharamkan bercampur dengan istri mereka karena menganggap istri seperti ibu-ibu mereka (zhihar). Perlakuan suami Khaulah yang menzhihar dirinya membuat khaulah bersedih dan mengadukan perkaranya pada Allah.

Allah menjawab keluhan Khaulah sehingga turun ayat pada surat al Mujadalah yang berkaitan dengan zhihar. Beberapa tahun setelah perkara itu Umar tak kuasa menghentikan percakapan dengan Khaulah meskipun hari sudah larut malam. Wanita itu didengarkan keluhannya oleh Allah, bagaimana mungkin Umar tidak mendengarkan percakapannya.

Kisah itu semestinya membuat kita semakin yakin bahwa Allah selalu mendengarkan pengaduan kita. Percayalah apapun masalah yang kita hadapi sesungguhnya masalah itu sudah pernah terjadi di masa lalu. Allah telah menurunkan Al Quran sebagai petunjuk untuk menjawab semua persoalan itu. Tinggal bagaimana kita menafsirkan jawaban atas setiap permasalahan itu dengan pikiran positif.

Iklan

2 thoughts on “Mengadu Pada Allah

  1. tulusan yang inspiratif dan menggugah jiwa agar senantiasa mengemblikan segala persoalan yang melanda kepada Yang Maha Kuasa,.
    sudah seharusnya setiap masalah yang menimpa dihadapi berpikir positif, selalu ada hikmah diswtiap masalah dan musibah, dan semua masalah itu pastinya akan membuat kita lebih kuat, lebih pintar, dan lebih baik..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s