500-1000

Jenis-Jenis Reksadana

Pas weekend atau hari libur kemaren, saya sempatkan untuk mampir ke toko buku. Meskipun di hari itu tidak ada tujuan pergi ke sana, apalagi buat beli buku hari itu. Berhubung pulang lewat toko buku, ya gak ada salahnya untuk mampir walau hanya sekedar baca-baca.

Mungkin sudah jadi kebiasaan bila udah berada di toko buku sering lupa waktu. Pernah juga gak ada beli buku tapi mutar-mutar saja dalam toko. Ketika budget untuk beli buku sudah jebol, ya terpaksa baca-baca saja.

Nah, saat itu saya nemu sebuah buku investasi tentang reksadana. Berhubung tidak ada lagi alokasi belanja buku, ya terpaksa buku baru itu dibaca ditempat tanpa bisa dibawa pulang.

Resikonya kalau baca gratis di toko buku yang serba bayar adalah harus siap berdiri berjam-jam. Kalau tak sanggup berdiri, ya beli tu buku dan bawa pulang sambil baca di kursi empuk yang ada dirumah masing-masing.

Salah satu informasi baru bagi saya yang terkandung dalam buku tersebut adalah tentang reksadana. Secara garis besar reksadana terbagi dalam dua bagian yaitu “reksadana konvensional” dan “reksadana tidak konvensional”.

Reksadana konvensional adalah reksadana yang biasa kita kenal, diantaranya:

  • Reksadana Pasar Uang : Jenis reksadana ini portofolio investasi lebih dominan pada pasar uang seperti SBI, obligasi atau surat utang yang memiliki jatuh tempo jangka pendek. Jenis reksadana ini relatif lebih aman dari pada jenis yang lain akan tetapi return nya lebih sedikit dari jenis reksadana yang lain dan sedikit lebih besar daripada deposito
  • Reksadana Pendapatan Tetap : Jenis reksadana yang portofolionya lebih kurang sekitar 80 persen dialokasikan di pasar uang dan deposito. Sementara sisanya dinvestasikan di saham. Tentu tingkar return nya lebih tinggi dari pada reksadana pasar uang.
  • Reksadana campuran : Jenis reksadana yang portofolionya fleksibel antara pasar uang dan saham. Bisa jadi 60 dialokasikan ke saham dan 40 persen lagi dinvestasikan di pasar uang. Tingkat return pada jenis reksadana ini cukup tinggi dan resikonya pun juga flaksibel.
  • Reksadana saham : Jenis reksadana yang portofolio investasinya lebih besar di saham sekitar 80 persen. Sisanya 20 persen dinvestasikan di pasar uang. Jenis ini memiliki tingkat pengembalian/return yang tinggi, tentunya dengan resiko yang tinggi pula. High risk, high return.

Reksadana tidak konvensional terdiri dari :

  • Reksadana Indeks: Jenis reksadana ini mengikuti indeks saham karena portofolio investasinya diletakan berdasarkan indeks saham (kalau ndak salah jenis reksadana ini dapat diperjual belikan di bursa.. CMIIW)
  • Reksadana terproteksi: Reksadana yang mana pokok investasi dari pada investor terjamin karena portofolio reksadan ini lebih berbasis kepada obligasi dan surat utang. Untuk pembagian keuntungan dari rekasadana ini bisa dilakukan perbulan seperti halnya kupon dalam surat utang. Resiko jenis resadana ini bisa saja terjadi jika terjadi gagal bayar atas obligasi dan surat utang yang telah dinvestasikan.
  • Reksadana penjaminan adalah jenis reksadana dimana portofolio dana/uang yang dinvestasikan oleh para investor di asuransikan ke pihak perusahaan asuransi sehingga resiko atas jenis reksadana ini dapat diatasi sehingga lebih aman daripada jenis reksadana lain. Reksadana ini belum berkembang di Indonesia karena biaya-biayanya yang mahal untuk membayar premi sehingga tidak menarik bagi para investor.
  • Reksadana sektor ril adalah jenis reksadana dimana portofolio investasinya dialokasikan pada jenis usaha di sekor ril seperti kredit, rumah, mall tanah dan lainnya (saya agak lupa berapa macam-macam dari reksadana jenis ini, se ingat saya ada tiga tapi cuma ingat dua) yakni
  1. Reksadana kredit dimana dana dari para investor dialokasikan kepada perbankan, leasing dan perusahaan jasa keuangan yang bergerak dibidang kredit. Sehingga portofolio reksadana ini terletak pada kredit yang dikucurkan oleh perusahan jasa keuangan.
  2. Reksadana property yaitu reksadana dimana portofolio investasi dibelikan ke property seperti tanah, rumah, mall. Di Indonesia jenis reksadana ini belum berkembang. Padahal di singapura jenis reksadana ini sangat diminati, malah aset dari reksadana jenis ini terletak di property yang ada di indonesia seperti mall dan apartement
  • Reksadana penyertaan terbatas yakni jenis reksadana dimana minimal dana yang dinivesatisikan itu cukup besar yakni minimal 4 milliar dan peserta/investornya juga dibatasi juga jumlahnya.

Demikianlah pemahaman yang dapat saya tarik dari sebuah buku yang saya baca di toko buku waktu itu. Sayang saya lupa judul dan pengarangnya, coba aja deh lihat buku baru tentang reksadana di toko-toko buku terdekat. Bakal nemu kok.

Iklan

6 thoughts on “Jenis-Jenis Reksadana

  1. kayaknya lebih bagus kalo sekalian memberi info gimana cara memulai investasi reksadana. Seperti harus pergi ke mana umtuk memulainya, modal berapa, dsb.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s