500-1000

Jurus Ampuh Menangkal Kemiskinan

Suatu ketika saya pernah bertanya dalam pikiran kenapa begitu banyak orang miskin dari pada orang kaya. Sebuah pertanyaan yang bodoh, memang. Tetapi ada lagi yang lebih bodoh dari itu, yakni pernyataan seorang teman yang menyebut bahwa Tuhan tidak adil karena menciptakan orang miskin itu terlalu banyak. Kenapa tidak seimbang saja atau lebih banyakan dikitlah orang kaya dari pada orang miskin

Pernyataan itu terlalu ekstrim kala sesuatu yang buruk dinisbahkan kepada Tuhan. Padahal Tuhan tidak pernah membuat seseorang itu miskin, namun manusia sendirilah yang memiskinkan diri mereka.

Mari kita tengok lawan kata berikut ini yang terinspirasi dari sebuah blog ini.

Isi titik-titik di bawah ini (mohon dijawab dengan jujur di dalam hati kita masing-masing)

1. Allah menciptakan TERTAWA dan …
2. Allah itu MEMATIKAN dan …
3. Allah menciptakan LAKI-LAKI dan …
4. Allah memberikan KEKAYAAN dan ……

Mayoritas kita (termasuk saya) akan menjawab:

1. MENANGIS
2. MENGHIDUPKAN
3. PEREMPUAN
4. KEMISKINAN

Benar tidak ???

Ternyata oh ternyata jawabannya bukan itu sodara-sodara.  Al Quran menjawab itu semua dengan sebuah jawaban yang menakjubkan.

Untuk mengetahui apakah jawaban di atas itu benar atau tidak, mari kita cocokkan jawaban tersebut dengan rangkaian firman Allah SWT dalam surat An-Najm (53), ayat: 43-45, dan 48, sebagai berikut:

وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى

“dan Dia-lah yang menjadikan orang TERTAWA dan MENANGIS.” (QS. 53:43).

وَأَنَّهُ هُوَ أَمَاتَ وَأَحْيَا

“dan Dia-lah yang MEMATIKAN dan MENGHIDUPKAN.” (QS. 53:44).

وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَى

“dan Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan LAKI-LAKI dan PEREMPUAN. ” (QS. 53:45).

وَأَنَّهُ هُوَ أَغْنَى وَأَقْنَى

“dan Dia-lah yang memberikan KEKAYAAN dan memberikan KECUKUPAN.” (QS. 53:48).

Jawaban yang benar hanyalah nomor 1-3. Sementara jawaban nomor 4 merupakan jawaban keliru. Sebagaimana kita keliru dalam memahamin nikmat Tuhan yang sering kita dustakan. Jawaban Allah dalam Al Quran bukan KEMISKINAN, tapi KECUKUPAN.

Apa makna dan hikmah yang dapat kita ambil dari semua ini?

  1. Manusia tidak bisa menisbahkan sesuatu yang buruk kepada Tuhan, sebab hal yang buruk itu adalah perbuatan manusia itu sendiri. Masih ingatkan bahwa perbuatan jahat itu bukan karena Tuhan, tapi karena ketiadaan Tuhan dalam hati manusia.
  2. Kita sering kali lupa bersyukur dan memandang nikmat Allah itu hanya sebatas materi. Bahkan kekayaan yang selama ini kita bayangkan adalah memiliKI harta yang banyak dan berlimpah. Padahal kekayaan bukan seperti itu, kekayaan yang hakiki itu adalah kekayaan jiwa. Dimana jiwa kita merasakan ketenangan hidup. Bersykurlah jika memiliki harta yang banyak dengan mensedekahkannya. Bersyukur pula kala kita merasakan kesempitan hidup.
  3. Pada dasarnya Tuhan telah memberikan kita kecukupan, seperti halnya dalam dalil yang menyatakan bahwa setiap makhluk hidup di dunia ini telah dijamin rezekinya oleh Tuhan. Lantas apa yang kita ingkari lagi kalau bukan ingkar nikmat.
  4. Sesungguhnya tidak ada orang miskin, yang ada hanyalah orang-orang yang merasa tidak cukup. Kita telah dianugrahi kesehatan dan anggota tubuh yang lengkap. Karena selalu melihat orang lain membuat kita lupa atas apa yang telah kita miliki. Sebanyak apapun harta yang kita miliki, selama itu tidak bisa kita syukuri selama itupula kita membuat diri menjadi orang miskin.
  5. Kita yakin selalu ada tertawa dibalik sebuah tangisan, kita yakin setiap yang hidup akan mati, kita yakin disamping laki-laki tercipta seorang perempuan. Dan kita harus yakin bahwa Tuhan memberikan kekayaan, kalaupun tidak Tuhan akan memberikan kecukupan.

Ketika kita tidak merasakan kecukupan, kala itulah kita menciptakan kemiskinan pada diri sendiri. Makanya seseorang berkata bahwa dalam kesederhanaan itu terdapat kebahagiaan.

Iklan

18 thoughts on “Jurus Ampuh Menangkal Kemiskinan

  1. Saya dulu juga pernah ‘protes’ tuh sama Tuhan persis kayak protes nya akang. Tapi pas baca tulisan ini langsung ketampar,,,Manusia memang begitu sifat nya selalu merasa kurang dan menyalahkan *termasuk saya hehe*

    Suka

  2. untuk poin 4 memang kita telah salah menafsirkan rasa keadilan dan mendefinisikan seuah keseimbangan…..Sedangkan Allah dengan bijak dan mengingatkan kita tentang berkah2 yang kita tidak syukuri, btw blog Indra Abidin memang bagus, saya sudah follow beberapa waktu yang lalu. Pemikiran2 tentang manajemen dan marketing dan yang lain2 juga cukup update dan mutakhir.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s