0-250

Perempuan Senja

Sumber : Klik Gambar

Entah kenapa aku begitu suka dengan perempuan senja. Perempuan yang aku mimpikan kala malam tiba. Menjelang pagi, aku betul-betul bahagia karena telah mengenalnya.

Temanku bertanya kenapa aku suka perempuan senja. Perempuan itu menggambarkan padaku bahwa suatu saat setelah siang nan terang akan tiba masa dimana cahaya mulai meredup hingga kelam. Jangan sedih, gelap tidak akan kekal selama hadir pelita dalam hati, yakni sepenggalah matahari.

Perempuan senja membuatku sadar makna dari perasaan. Dimana dalam kesulitan selalu ada kemudahan. Percayalah dalam siang Tuhan telah memasukan malam, dan dalam malam dimasukan siang. Tuhan mematikan yang hidup dan menghidupkan yang mati.

Perempuan senja bukanlah perempuan hina, ia hanya pengagum rona merah langit saat matahari tenggalam di ujung samudera. Ia menghiburku saat aku jatuh dalam jurang kesedihan.

Perempuan senja tidak seperti perempuan yang membuat tenunan kemudian mengurai kembali setelah tenunan itu kuat. Tidak, perempuan senja tidak akan pernah membicarakan orang lain dalam gunjingan sesat.

Meskipun mengenalnya, tapi aku belum pernah bersua dengan perempuan senja itu. Aku mengenalnya dengan sebuah keyakinan bahwa Tuhan akan mempertemukan dalam perjanjian suci. Pertemuan itu bisa jadi berupa penyatuan atau boleh jadi berbentuk perpisahan yang keduanya merupakan suratan takdir dari Nya yang begitu indah.

Iklan

17 thoughts on “Perempuan Senja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s