0-250

Rendah Diri

Terkadang dalam hidup ini kita mesti berkaca pada alam. Kalau perlu seharusnya proses yang terjadi di alam semesta menjadi pelajaran paling berharga. Banyak sekali kiranya filosofi hidup yang terkandung di jagad raya ini.

Tengok bagaimana air bekerja. Air bukan hanya sumber kehidupan, tapi air bisa jadi malapetaka yang menakutkan. Sekuat apapun air, ia tak akan pernah melawan takdir. Air ditakdirkan mangalir dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah.

Bagaimana matahari bekerja, tentu sangat luar biasa bukan. Matahari merupakan sumber energi yang tak pernah habis kita nikmati. Dimana kita dapat menikmati itu, tentu di tempat yang lebih rendah dari matahari itu sendiri.

Begitupun pohon, setinggi apapun ia tumbuh tetap saja akarnya berada pada posisi rendah, yakni dalam tanah. Dalam shalat pun kita dianjurkan untuk merendah dengan melihat ke bawah, bukannya keatas.

Hal itu membuktikan bahwa rendah diri merupakan sebuah keniscayan yang harus kita lakoni dalam hidup. Namun, hidup tidak sesederhana itu. Kadang kala kita pernah merasakan bahwa kitalah yang terhebat dan kitalah yang terkuat. Sehingga bibit sombong tumbuh subur dalam hati.

Disini saya mulai memahami kenapa sombong itu dilarang. Sebab diatas langit masih ada langit. Sebagai manusia kita memang tak sepantasnya sombong karena ada Tuhan Maha Kuasa yang selalu diatas kita.

Rendah diri bukan berarti lemah. Lihat saja air, zat yang kuat itu selalu memiliki tujuan yang rendah. Lihat matahari yang hanya menebar manfaat pada makhluk yang lebih rendah dari dirinya.

Untuk itu, sesungguhnya rendah diri merupakan kekuatan hidup yang sering dilupakan. Bisa jadi terlupakan karena benih kesombongan mulai mengakar dalam hati.

Iklan

2 thoughts on “Rendah Diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s