250-500

Bangun tidur, (bukan) tidur lagi.

Sumber : Klik Gambar

Tiba-tiba pikiran saya ingat dengan almarhum mbah Surip, sosok yang dulu begitu populer dengan lagu tak gendong dan bangun tidur. Lagu ini setidaknya kembali mewakili apa yang terjadi pada saya belakangan ini. Seperti pada lirik “Bangun tidur tidur lagi, Bangun lagi tidur lagi” dan yang paling representatif itu pada lirik “Habis bangun terus mandi, Jangan lupa senam pagi, Kalau lupa tidur lagi“.

Lirik itu betul-betul mewakili apa yang saya alami. Betapa tidak, pagi-pagi buta seharusnya mata ini langsung terjaga kala azan subuh berkumandang. Namun, apa daya ada kekuatan yang seolah-olah membujuk agar kembali menutup mata. Sementara saat terjaga, pikiran langsung mengarah agar menunda untuk bangun.

Bujukan itu terkadang mempan juga, kalau alarm tidak berbunyi kembali, bisa saja tidur kebablasan sehingga subuh pun lewat. Untung teknologi itu dapat membantu, walau sepenuhnya tidak bisa diandalkan. Kenapa tidak bisa diandalkan, karena sewaktu-waktu bisa jadi alarm tersebut rusak. Contohnya saja alarm handphone yang selama ini setia membangunkan saya, malah tak berdaya karena si handphone rusak. Jadi alarmnya pun membisu.

Beruntunglah mereka yang sudah terbiasa bangun pagi-pagi tanpa bantuan alarm, lalu sujud pada Nya saat malam dan subuh datang. Mereka tak perlu lagi disindir oleh lirik lagu mbah Surip. Mereka tak pernah lupa pada Nya, sehingga tak mungkin bagi mereka untuk tidur lagi.

Mereka talah ditunjuki oleh Nya jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah diberi oleh Nya nikmat. Bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. Nikmat itu adalah nikmat bangun dari tidur.

Selama ini saya terlalu banyak berdoa pada Mu agar mendapatkan rezeki yang berlimpah. Namun, saya tak pernah sadar bahwa dibaliki itu saya seharusnya meminta pada Mu agar dianugrahi nikmat bangun pagi. Nikmat dimana sedetik pertama sesaat setelah bangun dari tidur langsung ingat pada MU. Ingatan yang menggerakan seluruh jiwa dan ragaku bersimpuh pada Mu sesegera mungkin. Inilah doa ku pada Mu.

Tunjukilah kami jalan yang lurus, اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ
7 (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka
Iklan

8 thoughts on “Bangun tidur, (bukan) tidur lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s