250-500

Pengamen

Sumber gambar : Antara

Sebetulnya banyak pelajaran yang bisa saya dapatkan dari seorang pengamen. Sayang saya tak pernah belajar pada mereka. Belajar disini maksudnya bukan belajar nyanyi, lho. Tapi belajar bagaimana melihat sisi kehidupan dari nyanyian mereka.

Dari sekian banyak pengamen yang pernah saya jumpai, sebanyak itu pulalah kesan yang tertanam pada mereka. Masing-masing dari pengamen sangat unik, ada yang nyanyi ala kadarnya, ada yang nyanyi pakai peralatan musik yang lengkap dan bahkan ada yang cuma bermodalkan tepuk tangan. Apapun itu, pengamen tetaplah seorang penyanyi yang diujung nyanyian terdapat nada berupa uang.

Pengamen tak jauh berbeda dengan seorang penyanyi profesional. Nyanyian mereka diganjar dengan sesuatu yang bersifat materi atau mungkin biasanya disebut dengan honor, fee atau apalah namanya. Beda mereka cuma soal nasib saja, dimana seorang penyanyi profesional sedikit lebih beruntung. Bukan berarti seorang pengamen itu tidak profesional, tidak selalu begitu.

Menurut hemat saya, pengamen yang profesional itu adalah seorang pengamen yang menyanyi dengan hati mereka. Uang bukanlah tujuan utama, tapi bagaimana bernyanyi itu membuat mereka senang dan dapat menghibur orang lain. Apakah saya pernah bertemu dengan pengamen seperti ini?. Memang belum, tapi saya meyakini pengamen seperti itu ada di tengah tumpukan para pengemen yang ada di jalanan.

Terkadang kita terjebak dengan persepsi yang menyesatkan. Dimana pengamen dipandang sebagai profesi sebelah mata. Bahkan pengamen dianggap setara dengan pengemis. Walau ngamen adalah pilihan terakhir untuk mencari sesuap nasi, setidaknya derajat pengamen dapat dikatakan setara dengan seorang penyanyi profesional yang sering mejeng di televisi.

Bisa jadi uang ribuan yang terkumpul dari seorang pengamen membuat mereka merasakan kehidupan yang bahagia dibandingkan dengan seorang penyanyi terkenal yang menerima honor puluhan juta rupiah tapi merasakan kesedihan. Meskipun mereka mendapatkan hasil yang sedikit dari mengamen, tapi mereka merasa berkecukupan. Sementara seorang penyanyi terkenal belum tentu merasa cukup dari uang puluhan juta rupiah itu.

Sekarang, siapakah yang patut kita teladani? Apakah seorang pengamen yang selalu bersyukur atas hasil apapun yang mereka terima atau seorang penyanyi terkenal yang resah atas kehidupan glamor yang mereka jalani.

Iklan

6 thoughts on “Pengamen

  1. Bagusnya mah, dapat uang banyaak dan pandai bersyukur hehe
    Sebetulnya apapun usaha/kerja kita, berapapun pendapatan kita, jika kita pandai mensyukurinya, inshaAllah tenang dan penuh barokah Alloh SWT… Oh ya dan halal tentunya πŸ™‚
    Selamat malam dan selamat beristirahat πŸ™‚

    Suka

  2. Yang patut kita teladani adalah orang yg selalu bersyukur dlm hidupnya. Tidak peduli apakah dia seorang pengamen maupun bukan, seorang penyanyi terkenal atau tidak πŸ™‚

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s