500-1000

Menyalakan Gen Bermanfaat

Sumber : Klik gambar

Ketika menulis merupakan pilihan untuk melawan lupa, maka aku akan mengambil pilihan ini. Mereka bilang pergunakanlah otakmu selagi muda, agar di masa tua kelak kamu tidak masuk golongan yang berpenyakit lupa di masa uzur. Sebagian orang menyebuatnya dengan pikun, tapi aku tak pernah peduli apapun namanya sebab aku sendiri tak tahu apakah hidup hingga menua.

Satu kepastian yang aku ketahui adalah semua makhluk hidup akan bermuara pada kematian. Jasad kita merupakan bangunan dari sebuah materi yang dikombinasikan dengan dimensi yang tak terjamah. Dimensi dimana sebuah keberadaanya tidak dapat dipungkiri yang seringkali kita sebut dengan jiwa. Meskipun tak teraba dan tak terlihat, kita dapat memahami hakikat dari jiwa itu sendiri. Ketika kita menemukan hakikat itu, hati akan bergetar akan kekuasaan Tuhan.

Selain itu, pikiran yang kita punya dapat menjadi alat pengantar untuk menyadari bahwa ada kekuatan Tuhan Yang Maha Esa dengan menggali berbagi ilmu pengetahuan. Salah satu ilmu yang menarik itu adalah ilmu gentika yang tak terlihat oleh mata telanjang. Salah satu keajaiban ilmu genetika itu adalah tentang DNA (deoxyribonucleic acid) atau kita sebut dengan gen.

Belakangan aku mulai tertarik tentang DNA ini, terutama keterkaitanya dengan prilaku secara psikologis. Begitu banyak buku yang membahas tentang DNA, salah satunya adalah buku karya Kazuo Murakami seorang ahli genetika dari Jepang yang berjudul The Miracle of The DNA. Kazuo Murakami menulis dengan gaya bahasa yang sederhana, walau di bebarapa bagian ada yang bersifat teknis. Muara dari penelitian gentika Kazuoa adalah ada kekuatan yang mengatur semesta, ia menyebut dengan kekuatan “Yang Agung” atau Tuhan.

Sederhananya setiap 1 kilo gram berat badan kita terdiri dari satu 1 trilluin sel-sel. Seorang bayi yang lahir seberat 3 kilogram memiliki 3 triliun sel-sel, jika berat kita 60 kilogram maka ada 60 triliun sel, Sel-sel inilah yang membentuk organ tubuh kita baik itu kuku, rambut, jantung, otak, paru-paru dan organ tubuh lainnya. Ajaibnya struktur dan fungsi sel yang membentuk organ itu pada dasarnya sama, bahkan setiap gen yang terdapat dari setiap sel itu pun sama.

Sementara gen/DNA sendiri terletak dalam nukleus/inti sel yang tardapat dalam sel. Disamping itu DNA terdiri dari dua untaian yang berbentuk spiral, yang menjadi permukaan terdapatnya molekul-molekul yang namanya disingkat menjadi empat huruf A, T, C dan G. Kombinasi dari empat huruf inilah yang menjadi kode genetik kita, yang digunakan sebagai informasi untuk membentuk kehidupan. Dalam setiap gen terdapat tiga miliar kombinasi huruf tersebut dalam setiap inti sel. Kode gentik inilah yang menginstruksikan untuk membentuk protein yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Kazuo menulis “hidup kita benar-benar bergantung pada informasi yang luar biasa banyaknya yang tersimpan dalam DNA kita”

Apabila kita mengumpulkan gen/DNA semua manusia di muka bumi ini, maka gen yang terkumpul hanya sebesar satu butir beras dari milyaran gen manusia di muka bumi ini. Bayangkan betapa kecilnya gen/DNA manusia tersebut.

Begitulah pemahaman sederhana ku sebagai seorang awam yang berupaya untuk memahami tentang gen/DNA yang begitu rumit. Supaya lebih sederhana lagi, marilah kita tengok anggota tubuh kita baik yang terlihat maupun yang tidak, seperti jantung, paru-paru, hati dan lain-lainnya. Untuk lebih mudah kita lihat rambut dan kuku kita saja. Rambut terbentuk dari sel-sel, dalam sel tersebut terdapat nukleus/inti sel yang didalamnya mempunyai DNA. Sel rambut ini hanya bekerja soal rambut saja, misalnya mengatur rambut agar memutih. Sel rambut tidak bisa bekerja pada sel-sel yang membentuk kuku. Meskipun sel rambut dan sel kuku memiliki DNA yang sama. Begitulah seterusnya.

Sebelum terlahir, kita berasal dari satu sel telur yang dibuahi selama sembilan bulan. Dalam sembilan bulan itulah satu sel telur yang telah dibuahi itu membelah menjadi dua sel, dua sel jadi empat sel, empat sel jadi delapan sel, dan seterusnya. Pada masa itulah masing-masing sel ini membuat perjanjian dimana satu sel membentuk kuku, satu sel lainnya membentuk rambut, sel lainnya membentuk jantung, tangan, kepala dan sebagainya hingga pada akhirnya kita terlahir sebagai sorang bayi yang telah memiliki anggota tubuh yang lengkap.

Dari semua sel itu mempunyai DNA yang sama, dimana DNA ini dapat dinyalakan dan dipadamkan. Pada dasarnya hanya 5-10 persen DNA yang nyala pada tubuh kita, sementara sisanya dalam keadaan padam. Dengan pikiran positif kita dapat menyalakan gen-gen yang bermanfaat dalam tubuh kita.

Kenapa ketika azan berkumandang, kaki kita terlalu berat melangkah untuk shalat berjamaah ke mesjid. Hal itu karena sel-sel yang membentuk kaki tidak dinstruksikan oleh gen untuk berjalan menghadap pada pencipta Nya. Gen itu dibiarkan padam saat suara azan bergema, dan nyala saat kesenangan dunia datang menyapa.

Secara pribadi, hal ini merupakan bagian dari intropeksi diri ku sendiri untuk bagaimana belajar menyalakan gen-gen bermanfaat agar sekujur tubuh ini selalu dekat pada Nya. Bila terdengar suara azan, pikiranku harus memerintahkan gen yang ada dalam tubuhku untuk segera menghadap pada Sang Pencipta. Ketika udara subuh membangunkan tidurku, aku harus membiasakan pikiranku untuk membimbing gen dalam tubuhku untuk segera berwudhuk dan sujud pada Nya.

Dengan menuliskan catatan ini, aku mencoba untuk melawan watak lupa yang ada pada diriku. Agar kelak aku bisa membuka kembali pemahaman ku ini sebagai pengingat kala aku tersesat dari jalan Nya.

Iklan

3 thoughts on “Menyalakan Gen Bermanfaat

  1. Tapi kayanya ga cukup cuma pikiran positif aja. Perlu dilatih. Repetisi kegiatan agar jadi kebiasaan. Secara otomatis tertanam di DNA tadi.
    Maaf sok tau nih, ini juga cuma hipotesis saya kok.

    Suka

  2. tulisan yang keren, Ajo. saya setuju dengan: pergunakanlah otakmu selagi muda, agar di masa tua kelak kamu tidak masuk golongan yang berpenyakit lupa di masa uzur.

    berarti mendekatkan diri kepada Tuhan termasuk menyalakan DNA yg bermanfaat ya Ajo? Baiklah kalau begitu..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s