250-500

Tanah Kuburan

English: European cemetery at rubber plantatio...
English: European cemetery at rubber plantation Batang Toroe Bahasa Indonesia: Negatif. Kuburan Eropa di perkebunan karet Batang Toroe (Batangtoru) Nederlands: Negatief. Europees kerkhof op rubberplantage Batang Toroe (Photo credit: Wikipedia)

Salah satu tingkat pengembalian investasi yang tinggi untuk jangka panjang adalah properti, termasuk diantaranya harga lahan/tanah. Semakin strategis tempatnya semakin mahal harganya.

Maka banyaklah orang berbondong-bondong membeli properti/tanah di tempat strategis. Harga satu meter tanah bisa mencapai jutaan, bahkan ratusan juta rupiah.

Bagaimana dengan lokasi tanah untuk tempat kita dikuburkan kelak? Adakah yang berebut untuk mencari tempat yang strategis?

Boleh jadi sebagian dari kita enggan untuk memikirkan hal itu. Jangankan untuk mikir tanah tempat dikubur. Dengan kematian saja kita masih lupa. Padahal kematian itu bisa datang menjemput kapanpun.

Bagi mereka yang berasal dengan kalangan menengah keatas, sebagian dari mereka memilih tempat kuburan di komplek pemakaman kelas elit. Tentu dengan harga sewa tanah kuburan, biaya pemakaman, dan biaya pemeliharaan yang selangit nilainya. Contohnya saja seperti kompleks pemakaman mewah di San diego Hill.

Ironisnya, ada kuburan yang tak terurus lagi oleh ahli waris. Sehingga kuburan itu ditimpal dengan jasad lain. Jadi dalam satu kuburan, berlapis dua jasad di dalamnya. Pada lapisan terbawah sudah tinggal tulang belulang, sedangkan lapisan atasnya terbujur jasad baru.

Hal itu sudah biasa kita dengar di kota-kota besar, dimana lahan untuk kuburan sudah menjadi lahan langka. Sementara di pedesaan relatif tanah kosong masih banyak. Sehingga masyarakat bebas mau menguburkan keluarganya dimana saja. Entah itu di tempat pemakaman umum atau di tanah milik mereka sendiri. Malah ada yang menguburkan keluarga mereka di halaman rumah. Tidak mengherankan lagi fenomena seperti itu.

Tapi yang membuat saya heran dan bertanya-tanya adalah fenomena kuburan di masyarakat. Kenapa dalam hal kuburan, masyarakat kita masih terkotak-kotak dengan etnis, ras dan agama tertentu? Lihat saja di tempat pemakaman umum, satu lahan kuburan hanya dikubur orang-orang dari satu agama, etnis dan suku tertentu. Tanya kenapa?

Iklan

6 thoughts on “Tanah Kuburan

  1. Hmmm, ada satu komplek pemakaman di Medan yang cukup luas. Dan setahu saya yg dikuburkan disana berasal dari berbagai macam suku ras agama dan kepercayaan. Kemungkinan tujuan dikotak-kotakkan itu hanyalah supaya mudah saja keluarganya menemukannya, mas. Kayaknya udah dari zaman baheula begitu ya?

    Suka

      1. Baca kok kak, mungkin persepsiny beda kali ya… hhehehehe ๐Ÿ˜€
        klu disini ada satu komplek itu yg isinya berbagai agama, tapi tetap aja dikelompokan berdasarkan agama.. jd belum pernah lihat yg bersebelahan secara langsung gitu..

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s