250-500

Dorongan Hati

Sumber : klik Gambar

Dua hari yang lalu saya ngobrol dengan seorang teman lama. Obrolan kami cuma sebantar, tetapi mengandung makna yang cukup besar. Setidaknya bagi diri saya sendiri, terutama soal usaha dan hati.

Saya bukanlah seorang fatalis. Fatalis itu bagaikan wayang yang digerakan oleh dalang. Seorang fatalis selalu berperan sebagai wayang, semantara Tuhan sebagai “dalang”. Apa yang telah kita perbuat dan kita lakukan merupakan takdir dari Tuhan. Sederhananya orang fatalis selalu bersandar pada takdir dengan mengenyampingkan kekuatan usaha.

Disisi lain saya bukan pula seorang mu’tazilah. Kalangan mu’tazilah lebih memandang setiap persoalan dari sudut akal manusia. Sehingga dalam memandang takdir pun juga menggunakan akal sebagai landasannya. Pandangan seorang mu’tazilah akan bertolak belakang dengan seorang fatalis dalam menghadapi sebuah persoalan yang sama.

Jika boleh memilih, saya sesungguhnya berdiri diantara dua pandangan tersebut. Yakni diantara fatalis dan mu’tazilah. Pilihan itu tampak sekali dalam hal pandangan saya dalam obrolan dengan teman lama perihal usaha dan hati.

Memang dalam mendapatkan sesuatu hal itu kita membutuhkan yang namanya usaha, apalagi soal jodoh. Banyak yang mengatakan bahwa jodoh tidak akan datang dengan sendirinya tanpa berusaha untuk mendapatkannya. Bersosialisasi, persahabatan, pertemanan, perkenalan sampai pecomblangan adalah bentuk sederhana usaha bertemu dengan jodoh. Adalagi yang lebih rumit, yakni reality show di televisi yang lebih dikenal dengan acara Take Me Out.

Akan tetapi, apakah usaha seperti itu hanya merupakan peran diri sendiri saja atau ada peranan Tuhan dalam menggerakan kedua hati insan manusia untuk bertemu dalam ikatan suci.

Mari kita lihat teori kelembaman dari Isac Newton, dimana sebuah benda tidak akan bergerak/berhenti jika tidak ada dorongan atau daya dari luar. Sebagai contoh, mobil tidak akan jalan jika tidak ada yang mengemudikannya. Lalu  sebuah bola tidak akan pernah berhenti menggelinding apabila tidak ada sesuatu yang menghentikannya, entah itu dihentikan oleh kaki manusia atau apapun benda di luar dari bola itu sendiri.

Begitupun dengan hati. Ada sebuah kekuatan Yang Maha Besar yang mendorong setiap hati manusia kepada sesuatu hal. Dorongan itulah yang membuat hati manusia tergerak untuk melakukan sesuatu yang dinamakan dengan usaha. Pada titik usaha inilah manusia berperan, apakah usaha itu dibawa ke arah kebaikan atau arah keburukan.

Orang bijak berkata isi hatimu menentukan sikapmu. Sikap yang kita lakukan adalah bentuk dari usaha kita. Sementara soal hati siapa yang tahu, bukankah Tuhan Maha Pembolak Balik Hati. Tuhan yang menggerakan hati kita, tanpa gerakan dari Tuhan kita tidak akan pernah melakukan suatu yang selama ini kita sebut usaha.

Jangan pernah sekali-kali mengira usaha apapun yang kita lakukan itu murni dari diri sendiri. Tidak, itu salah besar, ada peranan Tuhan yang tidak boleh dikesampingkan. Termasuk diantara usaha dalam soal perjodohan dan rezeki. Persoalan seperti itulah yang menjadi obrolan kami dua hari yang lalu.

Iklan

7 thoughts on “Dorongan Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s