250-500

Koruptor Itu Juga Manusia

Banyak yang kaget ketika mendengar kabar seorang pejabat tertinggi sebuah lembaga negara tertangkap tangan melakukan tindakan yang diindikasikan sebagai perbuatan korupsi. Banyak pula yang mencaci maki sosok pejabat hukum yang keseharinya dituntut untuk memutuskan perkara secara adil. Apa lacur, bukan keadilan yang ia tunjukan tapi kenistaan yang ia pertontonkan akibat ulah dirinya sendiri.

Dalam tulisan ini saya tidak akan mengutuk tindakan korupsi, siapapun itu. Terlalu banyak yang mengumpat, mencaci, bahkan menyerang sikap para koruptor dengan kata-kata yang terlalu berlebihan dan melampaui batas kesopanan. Bukan berarti orang yang mengumpat terbebas dari tindakan koruptif dalam keseharian mereka.

Saya lebih menekankan pada pertanyaan-pertanyaan yang mendasar. Pertanyaan yang memandang dari sudut manusia itu sendiri. Kenapa mereka korupsi? Bagimana kalau kita yang berada di posisi pejabat koruptif tersebut, apakah kita mampu menahan godaan untuk tidak korupsi? Herannya lagi, kenapa begitu banyak orang yang tidak suka dengan para koruptor dan merasa kasihan dengan para pencuri ayam? Bukankah mereka sama-sama mencuri.

Saya selalu ingat bahwa kehidupan ini harus dijalani dengan sabar. Siapa yang sabar dialah yang beruntung. Pejabat negara yang tersandung korupsi itu membuktikan bahwa mereka yang tidak sabar akan merasakan kerugian. Jika tidak dibalas di dunia, kelak di akhirat sana tempat pembalasan bagi orang-orang yang rugi. Kenapa saya sebut pejabat itu tidak sabar, karena mereka para koruptor itu tak tahan menghadapi godaan harta yang melimpah.

Mungkin sebagian kita bisa sabar dalam situasi susah. Akan tetapi tidak bisa menghadapi kesabaran dalam keadaan senang. Betapa tidak senang mereka, gaji pejabat tinggi yang tertangkap tangan itu saja sudah jauh dari kata cukup. Belum lagi tunjangan, fasilitas dan aneka tetek bengek yang angkanya mencapai ratusan juta rupiah. Diluar itu, ia mendapatkan kekuasaan dan kewenangan yang tak terbayangkan. Kurang apa lagi coba?

Kekurangan yang mendasar ialah kurang sabar dalam menghadapi godaan berbuat curang dengan menilap hak yang semestinya bukan miliknya. Bila kita sendiri yang berada di posisi pejabat itu, mungkin saja kita akan terperangkap pada perbuatan yang sama apabila kita tak mampu sabar dalam keadaan senang.

Maka sudah sewajarnya banyak yang mengutuk perbuatan para koruptor. Bukan hanya atas tindakan mereka mencuri, tapi atas sifat tamak mereka yang tak pernah cukup padahal sudah diberikan fasilitas yang lebih, kekuasaan, kewenangan serta kesenangan yang tak terbayangkan oleh kebanyakan masyarakat awam.

Meskipun demikian, jangan pula kita tidak sabar dalam merespon perbuatan para koruptor itu. Janganlah berkomentar terlalu berlebih-lebihan, apalagi mengeluarkan komentar dengan nada seakan kita bersih dan terbebas dari perbuatan nista. Koruptor itu manusia dan kita juga manusia. Marilah kita berkaca atas perbuatan bejat mereka, boleh jadi kita lebih jahat dari mereka.

Pelajaran yang dapat dipetik dari ulah para koruptor tersebut adalah dengan mangasah kesabaran ketika kita dalam posisi dan situasi senang, berkuasa atau berwenang. Jika kita mampu sabar menghadapi godaan dikala senang maupun susah, maka kita termasuk dalam golongan orang-orang yang beruntung.

Iklan

3 thoughts on “Koruptor Itu Juga Manusia

  1. sudah jelas manusia, binatang mana ada yng berpikir korupsi,
    semoga kelak, jika kita berada diposisi mereka,kita mampu menjaga diri, jadikan kisah mereka sebagai pelajaran,

    salam

    Suka

  2. Ya koruptif mah punyanya manusia, sifat tamak yg ga ada di hewan sekalipun.
    Dan ketika dihadapkan pada posisi seperta para koruptor itu, ada jabatan dan kesempatan, dan mungkin variabel lainnya, saya pun mungkin akan ga tahan buat berbuat hina juga.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s