Ngepos via Hape

Orang Gila Berzikir

“Seseorang tidak terdiri dari ingatan semata, tapi ada perasaan, kemauan, kepekaan dan keberadaan moral” AR Lauria.

*****
Betapa menarik ketika ahli syaraf yang sehari-hari bergelut dengan otak manusia berbicara perihal manusia yang yang kehilangan fungsi otak.

Salah satunya adalah dr Oliver Sack ahli syaraf yang menulis pengalaman pasien dari sudut pandang yang berbeda. Buku dr Oliver Sack yang berjudul “Pria yang salah mengira istrinya sebagai topi” mampu membuatku sadar betapa besar nikmat Tuhan.

Baru beberapa bab membaca buku ini, aku langsung tertampar. Dengan membaca secara simpatik, dalam arti seolah-olah kita adalah pasien yang diceritakan. Maka muncul kesan bahwa kita masih memiliki fungsi otak yang lebih sehat dibandingan orang lain.

Coba bayangkan kita adalah salah satu pasien yang kehilangan fungsi otak yang diceritakan Oliver Sack. Seorang yang diserang amnesia atau kehilangan fungsi terkecil sekalipun di otak. Tentu kita tidak akan seperti sekarang yang masih diberikan kesempatan untuk menikmati hidup.

Diluar sana, mereka yang kehilangan fungsi otak masih tetap hidup dengan penuh syukur. Mungkin kita sebut mereka sedikit”gila”, linglung, tak waras atau “putus tali otak”. Tapi mereka mempunyai yang lebih dari sebatas ingatan. Meraka masih punya perasaan dan kepekaan. Meskipun sepanjang hidup mereka berjuang dengan fungsi ingatan yang serba terbatas.

Entah ada hubungan atau tidak, beberapa hari lalu aku menemukan kejadian yang betul-betul aneh. Tidak masuk akal bagiku, orang gila begitu khusyuk berzikir di tengah mesjid nan sepi.

Awalnya aku tak percaya orang itu adalah orang gila. Aku pikir ia orang normal, namun setelah diperhatikan dengan seksama aku simpulkan orang itu kurang waras karena kondisi badan dan pakaian yang dikenakan. Kalaupun ia waras, tentu ia tidak akan memasuki mesjid dengan badan yang kotor. Setidaknya ia bisa membersihkan diri, meskipun tidak terlalu bersih.

Apakah ia gila atau aku yang gila. Secara agama, orang gila tidak dibebankan kewajiban ibadah seperti halnya orang normal. Tapi ia berlaku seolah-olah sedang berzikir, aku tak tahu apakah ia benar-benar berzikir. Sikapnya itu membuatkan merasa tertampar lagi.

Betapa tidak, orang gila saja masih tergila-gila mengingat Sang Pencipta. Kenapa kita yang normal ini masih saja lupa pada Nya. Jangan-jangan kita adalah orang gila yang sesungguhnya. Wallahu’lam

Iklan

One thought on “Orang Gila Berzikir

  1. tamparan yang sangat berkesan…🙂
    orang waras lupa mengingat Allah, mungkin di sebut lalai.. namun jika lalai terus-terusan, mungkin inilah yang di sebut lebih gila daripada orang gila. Allahu a’lam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s