Ngepos via Hape

Riya

Saat ini yang terlintas dalam pikiran adalah perihal Tuhan, manusia dan riya. Entah kenapa persoalan riya ini begitu sulit diidentifikasi. Sulit diterka kapan datangnya. Mungkin kita tidak pernah menyadari bahwa dalam kebaikan yang kita lakukan terkandung unsur riya.

Memang riya merupakan urusan hati. Siapa yang tahu isi hati kalian? Tidak ada seorang pun kecuali Tuhan. Bahkan orang terdekat, seketurunan atau sedarah sekalipun tidak bisa diketahui isi hatinya oleh manusia. Hanya Tuhan yang tahu isi hati setiap manusia.

Tuhan telah memerintahkan kita berbuat kebaikan dan meninggalkan perbuatan buruk. Akan tetapi berbuat baik itu tak serta merta berbuah baik. Jikalau dalam berbuat baik itu terselip maksud dan tujuan yang tersembunyi. Apalagi maksud tersebut secara tak langsung mengingkari Tuhan, lebih tepatnya menyekutukan Tuhan.

Makanya riya masuk dalam kategori syirik kecil. Perbuatan hati yang menyekutukan Tuhan. Akan lebih celaka lagi bila perbuatan hati itu terwujud dalam sikap dan tingkah laku. Tentu ganjarannya sangatlah menakutkan, bukan.

Sebut saja, sikap sombong. Apakah kita sebagai manusia pantas sombong. Biasanya kesombongan itu berangkat dari parasaan selalu diatas seperti merasa hebat, merasa kuat, merasa berkuasa dan aneka merasa lainnya yang seolah berada pada posisi teratas. Bukankah diatas kita masih ada langit, diatas langit masih ada langit lagi. Jadi untuk apa merasa teratas, sebab puncak tertinggi itu hanyalah miliki Nya.

Nah, yang lebih menyeramkan lagi saat melakukan perbuatan baik. Entah itu beribadah, beramal, bersedekah bermuamalah dan berbuat baik sesama manusia. Ketika perbuatan baik itu dilakukan bukan karena Allah, misal karena mengharapkan pujian, berharap kepada manusia dan pengharapan lain selain pada Allah. Maka ketika itulah perbuatan riya itu bersemi dalam segumpal hati.

Sehingga kelak hati tak lagi memerah, tapi hitam legam karena bibit riya mekar dalam perasaan. Hindarilah kami dari hal yang demikian, wahai Tuhan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s