0-250

Ayah Bejat

Kadang saya tak mengerti dengan dunia ini. Kadang saya bingung dengan perangai manusia di dunia ini. Banyak sekali kisah yang membuat saya seperti orang bodoh. Bodoh dalam memahami ada apa dengan manusia.

Sangat bodoh sekali, bahkan tak mampu lagi diterima akal sehat. Ketika membaca berita seorang ayah yang memperkosa anak kandungnya sendiri. Bukan hanya akal, hati pun teriris mendengar kabar bejat itu.

Segitu rumitkah membendung nafsu yang melekat pada setiap manusia. Untuk apa gunanya akal, kalau ujung-ujungnya nafsu jua yang berkuasa.

Melihat perangai manusia seperti itu bagaikan melihat ulah binatang di alam liar. Tapi rasanya lebih memalukan dari pada binatang. Meskipun tidak berakal, binatang masih dapat memilah mana anak dan mana mangsa.

Dilihat dari sudut pandang apapun, perangai ayah yang merenggut kehormatan anak kandungnya sendiri adalah perbuatan yang tidak bisa diterima akal sehat. Apa yang salah dengan akal.

Padahal akal telah membuat hidup manusia sepanjang peradaban selalu indah. Akal jugalah yang mampu mengantarkan manusia memahami Sang Pencipta.

Jika Tuhan berkenan, ingin sekali mengetahui apa yang terlintas dalam hati dan pikiran ayah bejat itu sesaat sebelum bersetubuh dengan darah dagingnya sendiri.

Semua itu untuk memahami kenapa aneka syahawat itu dijadikan indah hanya untuk sesaat, sehingga menjadi sesuatu yang menyesatkan.

Iklan

6 thoughts on “Ayah Bejat

  1. Ayah tetaplah ayah, seorang anak tetaplah harus menghormatinya. Keburukan perilakunya ada pertanggungjawabannya sendiri dengan yang maha kuasa. Tidaklah pantas seorang anak menghujatnya, lebih baik mendoakannya agar sadar dengan dosa2 yg diaperbuat.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s