Ngepos via Hape

Lantai Licin

Dunia ini bagaikan hamparan lantai basah yang licin. Kita begitu mudah tergelincir, meskipun sudah melangkah dengan hati-hati. Kita tidak akan mungkin mengeringkan lantai tersebut. Sebab yang harus dikeringkan adalah telapak kaki kita agar tidak selalu terjatuh.

Selama memiliki pegangan, teruslah berjalan walau ditengah perjalanan kita tergelincir karena khilaf. Tergelincir karena lupa atau memang tidak tahu bahwa kita sedang berjalan diatas lantai basah.

Seperti halnya dalam menebar kebenaran. Terkadang kebenaran yang disampaikan kepada seseorang bisa diterima dengan cara penyampaian kita. Namun, dengan menggunakan cara yang sama kepada orang berbeda kadangkala ditanggapi dengan tafsiran berbeda. Sehingga yang ditangkap adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Meskipun menyampaikan sesuatu yang kita anggap benar, tapi dalam penyampaian kadang membuat orang kurang berkenan dengan cara atau bahasa yang kita gunakan sehingga menjadi tafsiran yang salah. Disitulah tergelincir karena caranya membuat orang sakit hati atau merasa tersinggung atas apa yang disampaikan.

Mohan maaf kepada siapa pun, entah disengaja atau tidak, atas apa yang telah tersampaikan. Baik secara lisan maupun secara tertulis. Mungkin ada yang kurang berkenan di hati atau ada sesuatu yang mengganjal dalam ingatan.

Iklan

4 thoughts on “Lantai Licin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s