250-500 · Ngepos via Hape

Kemustahilan

Itulah (sebagian) dari berita-berita (penting) yang gaib yang Kami wahyukan kepadamu padahal engkau tidak berada disisi mereka, ketika melemparkan anak-anak panah mereka (untuk mengundi) siapa diantara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan engkau tidak ada berada disisi mereka ketika mereka bersengketa.” (Q.S Ali Imaran [3] : 44)

*****

Sumber gambar : Rumi image: Max Rive

Ahh, aku jadi teringat dengan kisah Maryam. Kisah dimana anak dari nabi Imran ini dapat menjadi pelajaran berharga dalam mengarungi kehidupan. Sedari kecil beliau melewati perjalanan yang penuh dengan lika-liku. Karena Allah menjaga Maryam, hak asuhnya jatuh ke tangan Nabi Zakariya setelah diberikan petunjuk oleh Allah SWT.

Konon, ketika Maryam kecil banyak yang berebut menjadi orang tua asuh. Namun, pilihan Allah dijatuhkan kepada Nabi Zakariya dengan memenangi undian diantara para pemuka ibadah kala itu. Masing-masing orang yang berminat untuk menjadi orang tua asuh harus melemparkan panah ke laut. Siapa yang anak panah yang tidak tenggelam akan akan menjadi orang tua angkat dari maryam. Atas kuasa Allah, hanya anak panah Nabi Zakariya yang mengapung di lautan, jadi beliaulah yang berhak menjadi orang tua angkat dari Maryam.

Ketika Maryam dewasa, mukjizat datang pada wanita pilihan Allah itu dengan melahirkan seorang anak tanpa pernah disentuh oleh satupun laki-laki. Atas izin Allah, Maryam melahirkan seorang putra bernama Isa yang kelak menjadi manusia pilihan Allah dalam menebarkan kebenaran Ilahi.

Dari dua kejadian itu sesungguhnya kita dapat memetik banyak pelajaran yang sangat berharga. Diantaranya tentang kemustahilan. Segala sesuatu di bumi ini tidak ada yang mustahil jika Allah telah berkehendak, maka jadilah. Panah yang tadinya mesti tenggelam, dengan enteng mengapung ke permukaan. Seorang wanita yang masih perawan bisa melahirkan, padahal ia tidak pernah disentuh oleh pria.

Segelintir kisah yang tertulis dalam Al Quran tentang kisah Maryam itu sesungguhnya dapat menjadi penguat keyakinan kita bahwa Allah Maha Kuasa. Tidak ada satupun yang bisa diperbandingkan selain diri kuasa Nya.

Bila ditarik pada kehidupan kita sehari-hari, begitu banyak kita menemukan kemustahilan. Kadang karena kemustahilan itu membuat kita berputus asa. Apabila keyakinan kita pada Nya tertancap dengan kuat, maka tidak ada lagi yang mustahil di atas dunia ini. Jika Dia telah berkehendak, maka jadilah seketika itu juga.

 

Iklan

3 thoughts on “Kemustahilan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s