250-500

Kunci Dasar Kesedihan

Sumber gambar : Fanpage Rumi

Dalam hidup, ada seseorang yang datang sebentar lalu pergi kembali. Seseorang itu hanya mampir sejenak, bahkan hanya sekejap dan saketika lenyap lagi. Hidup selalu begitu, ada yang datang hanya sebentar untuk bisa memberikan ingatan yang lama atau mungkin untuk dapat belajar melupakan.

Hari ini saya sungguh mendapatkan pelajaran berharga dari seseorang yang tak pernah aku sangka pertemuannya. Ia memberikan saya pelajaran berharga tentang hidup. Meskipun saya hanya bertemu sebentar dengannya, tapi ada banyak hikmah yang dapat dipetik dari kisah hidupnya.

Saya sebut saja namanya Jon, ia telah memiliki tiga orang anak dan saat ini istrinya sedang terbaring di rumah sakit swasta di kota pekanbaru. Jon tak sanggup lagi membiayai rumah sakit, segala harta yang dimiliki telah dijual untuk untuk membayar namun masih belum cukup. Untung ada seseorang yang berbaik hati menolongnya.

Jon dengan tabah dan tegar menghadapi musibah yang sedang ia lalui. Telah banyak batu ujian yang ia lalui, baru kali inilah ia merasakan musibah ini terlalu berat. Sempat ia berpikir untuk mengakhiri hidup, karena anak tersayang, ia mengurungkan niat bodohnya.

Lantas ia membuka mata saya apa arti sebuah keluarga. Meskipun istrinya terbaring sakit, ia tetap setia dalam cinta. Seperti apa suka citanya menjalini bahtera rumah tangga. Sampai pada nasehat dalam memilih pasangan dilontarkannya pada saya. Tak lupa ia mendoakan agar mendapatkan seseorang yang terbaik dalam hidup.

Saya pun tak lupa bertanya “apa yang membuat dirinya sedih?”. Ia bercerita bahwa “Aku tak mau sedih di depan anak-anak dan istriku, jika aku sedih di depan mereka tentu mereka sedih pula. Waktu yang membuat aku sedih takala melihat anak-anak dan istri saya tertidur, aku berpikir mau makan apa anak istri saya esok, minggu besok atau bulan besok.” Ternyata yang membuat si Jon bersedih adalah masa depan. Memang ketakutan akan masa depan membuat banyak orang bersedih hati.

Dari kisah Jon saya memetik makna bahwa banyak nikmat yang tak tampak oleh mata yang seharusnya kita syukuri. Ingat, salah satunya adalah nikmat sehat. Siapa yang memberikan kepada kita sehat selain anugrah dari Nya. Disamping itu kenapa kita mesti bersedih, padahal Allah bersama kita. Takutlah pada Allah, niscaya kesedihan akan takut pada kita. Itulah kunci dasar dari kesedihan.

Iklan

9 thoughts on “Kunci Dasar Kesedihan

  1. sangat menarik dan memberi saya satu pelajaran juga.. Selalu ingat Allah.. Takutkan Allah nescaya kesedihan akan takut pada kita..
    nice share.. ^_^

    Suka

  2. kesedihan memang adakalanya perlu, tapi janan sampai berlarut-larut, karena bila terus bersedih menurut saya aura negatif dalam diri gita tidak akan pergi 🙂

    Suka

  3. Kalo mikir masa depan, memang sering kali bikin parno aja. Untung aja ada sifat yang diajarkan pada umat muslim, yaitu tawakkal 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s