250-500

Membaca Tanpa Berpikir

Sumber gambar : Fanpage Rumi

Seseorang datang menghampiri ketika diriku yang tengah asyik membaca buku. Ia ajak merenung sejenak dan berpikir dalam senyap. Ia mengajarkan berdiri dengan hati dan melangkah dengan nalar.

Lantas, ia merebut buku yang sedang aku pegang. Buku adalah sebaik-baik teman sepanjang waktu. “Biarkan temanmu itu beristirahat di rak untuk sementara” seru laki-laki tua itu. “Mari kita membaca semesta” ujarnya sambil menghidupkan motor rongsokan yang mirip besi tua berjalan.

Ia memboncengku menuju tempat pangkas rambut. Di tempat itu banyak sekali yang antri ingin potong rambut. Laki-laki itu memaksa ku menemaninya potong rambut di sana, kalau aku tak mau nanti malam leherku yang bakal di potongnya.

Lihatlah orang-orang yang antri itu, tidak ada kesabaran dalam hati mereka. Selalu ingin didahulukan, padahal datang belakangan. Khususnya anak muda yang duduk disebelahmu, apakah ia kira orang-orang yang antri di tempat potong rambut itu mau sunat masal. Tidak, kita sama-sama mau potong rambut, bro. Mungkin ia tidak pernah berpikir bagaimana siang dan malam silih berganti. Tidak ada siang berganti siang, siang selalu datang setelah malam.

Lain lagi dengan ibu muda yang berdiri di ujung sana yang memegang anaknya lagi potong rambut model botak gundul. Semua mata laki-laki mengarah padanya, sedikitpun tak disadari kenapa suami nenek yang duduk didepanmu itu melirik si ibu muda tadi. Mata mereka tertuju pada dua batang paha yang terbuka karena perempuan itu hanya pakai celana super pendek. Apakah ia pikir mengantar anak potong rambut itu seperti mengantar anak pergi ke toilet.

Itu baru sedikit hal yang ada disekitar mu yang dapat kamu baca dan pikirkan. Bacalah fenomena yang ada sekeliling mu. Bagaimana tingkah polah orang yang ada tak jauh dari pandangan mu. Bagaimana mereka menjauh atau mendekat pada tuntunan Nya. Itu sebagai pelajaran bagimu.” Tegas lelaki tua itu padaku sembari nunggu giliran dibabat ubannya yang teronggok di kepalanya.

Mungkin saja kita sering membaca apa yang terjadi disekitar. Namun, abai dan tak menangkap makna dari setiap situasi yang terjadi karena ogah memikirkannya. Sungguh celaka siapa yang membaca tapi tidak memikirkannya.

Iklan

2 thoughts on “Membaca Tanpa Berpikir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s