0-250

Begitupun Hidup

Sumber gambar : Gusti 'ajo' Ramli
Sumber gambar : Gusti ‘ajo’ Ramli

Belajarlah pada matahari yang menebar kehangatan. Setiap makhluk merasakan kehangatan matahari, tapi tidak satupun mengeluh kekurangan. Kehangatan yang dimiliki makhluk lain tidak mengurangi kehangatan yang kita rasakan.

Begitupun hidup, apa yang dimiliki orang lain tidak sepantasnya mengurangi rasa syukur atas apa yang kita miliki saat ini. Sinar matahari itu menghangatkan kita semua, boleh jadi kita yang enggan kepanasan lalu berteduh sembari mengutuk orang lain yang begitu menikmati panas matahari.

Belajarlah pada lebah. Dimanapun hinggap, lebah tidak akan merusak. Lebah tidak akan mengganggu jikalau tidak diganggu. Ketika diganggu lebah mengeluarkan sengatan, lalu mati karena membela diri. Seperti halnya pengorbanan lebah jantan yang mati sesaat setelah kawin karena testisnya tertanam dalam ovarium ratu lebah yang hanya kawin sekali seumur hidup.

Begitupun hidup, tebarlah kebaikan dimanapun kita berada meskipun butuh pengorbanan. Segala sesuatu butuh pengorbanan. Melepaskan apa yang kita cintai, membagi harta yang kita punya dan mengikhlaskan apa yang kita miliki merupakan sebuah pengorbanan. Kita berbagi bukan karena kita punya banyak, tapi bagaimana kita merasakan tidak punya apa-apa, itulah hakikat dari sedekah.

Kemana lagi kita dapat belajar? Belajarlah pada alam semesta yang ada disekeliling, sekecil apapun itu akan memberikan hikmah yang jauh lebih besar dari dugaan, seperti belajar pada matahari dan lebah. Hidup selalu begitu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s