0-250

Kau, Aku dan Ruang Rindu.

Ketahuilah surga berada di bawah bayang-bayang pedang. Jangan sekali-kali kau mengharapkan sebuah pertemuan dengan musuhmu, mohonlah perlindungan pada Allah. Sesungguhnya kamu mengharapkan kematian sebelum menghadapinya.

Biarkan perasaan bersemayam di ruang rindu. Ruang dimana kau tidak bersedih hati. Kau dan aku merindu tapi terlalu takut untuk bertemu. Seperti halnya kau dan aku yang merindukan surga, namun takut dengan kematian yang tidak diharapkan. Tahukah kau siapa musuhku yang menakutkan? Yaitu dunia yang dijadikan indah oleh setan.

Rindu itu seperti mengharapkan kemudahan ditengah kesulitan, begitupun sebaliknya. Dan Allah pergilirkan kepada setiap manusia kesulitan dan kemudahan. Kau dan aku rindu kemudahan, tapi terlalu takut menghadapi kesulitan. Sebuah rindu yang tak pernah diharapkan.

Ingat, setelah gelap terbitlah terang. Allah memasukan malam ke dalam siang dan memasukan siang ke dalam malam. Allah mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Allah akan mempergilirkan kepada manusia masa-masa susah dan senang, sulit dan mudah. Seperti perputaran antara siang dan malam. Semua itu hanya untuk mengetahui siapa diantara mereka yang beriman. Menguji apakah memiliki keimanan yang teguh atau keimanan yang rapuh.

Maka bersabarlah. Kelak perasaan akan indah bila masih tersedia tempat untuk sepotong hati di ruang rindu.

Iklan

4 thoughts on “Kau, Aku dan Ruang Rindu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s