0-250

Bahtera di Bibir Pantai

Sumber gambar :
Gusti ‘ajo’ Ramli

Ketika sekolah dasar, aku pertama kali naik kapal. Bukan kapal transportasi masal seperti kapal feri atau kapal boat. Kapalย  pertama yang aku tumpangi adalah kapal bagan, kapal penangkap ikan.

Kala itu ada seorang teman yang tinggal di pesisir pantai Pariaman. Ia kenal dengan pemilik kapal, kebetulan waktu itu kami ingin sekali pergi ke pulau angso duo. Gayung bersambut, pemilik kapal bersedia menumpangi kami ke pulau. Tapi engan untuk mengantar pulang.

Namun, bukan tak diantar pulang yang ku takutkan, tapi nyali untuk menaiki kapal itu yang aku khawatirkan. Aku takut karena sekalipun belum pernah mengarungi lautan. Aku tak bisa berenang, bagaimana kalau kapalnya tenggelam bisa saja aku ikut tenggelam bersama kapal itu. Aku belum terbiasa menghadapi guncangan ombak, mungkin saja muntah di perjalanan karena hayunan ombak.

Nyatanya, setelah naik kapal bagan itu apa yang ku takutkan tidak terjadi. Sedikitpun tidak ada, malah hal-hal indah dan menyenangkan yang kami alami. Begitulah nikmat Allah yang sempat kami lupakan. Mengujiku dengan ketakutan untuk mendapatkan hal-hal yang menyenangkan.

Berpuluh-puluh tahun kemudian perasaan itu kembali menghampiri. Sebuah bahtera telah siap menanti di bibir pantai. Allah Sang Pemilik bahtera mengujiku, apakah masih takut untuk bisa menjadi nahkoda handal. Berlayar dengan seorang bidadari menuju keridhoan ilahi. Tentu dengan bahtera yang disunnahkan melalui ikatan suci.

Disekelilingku telah banyak kapal yang lepas jangkar. Mengarungi samudera kehidupan yang keras, ombak-ombak nan ganas dan tetap berlayar dalam kegelapan. Para nahkoda itu selalu bercerita padaku bahwa menjelajahi lautan rumah tangga itu sangat indah. Seperti keindahan kisah kami menaiki kapal bagan yang menyenangkan.

 

Iklan

12 thoughts on “Bahtera di Bibir Pantai

  1. pengalaman yg menyenangkan dan membuat karakter kuat. emang kalo punya temen ada saja pengalaman baru yg ditawari, dulu sy pernah tenggelam, karena diajak berenang ke tengah laut sama teman dekat rumah, eh saya tenggelam, tapi ditolong dia. pengalaman yg menyeramkan buat sy, tapi setelah kejadian itu malah bisa berenang.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s