250-500

Wah, aku lagi ditanya sama malaikat nih.

sumber gambar : google

Sudahlah kawan. Jangan kau tengok lagi foto si dia. Buat apa kau buka terus profil facebooknya, jika rindu mu terkekang dalam harapan. Mengapa kamu selalu melototi timeline twitter nya, sementara kamu takut sekedar mereply tweet si dia.

Dulu pernahkah kau berselancar dengan friendster. Sebuah wadah pertemanan di dunia maya yang kini telah tiada. Disana kamu bisa mengukur seberapa banyak orang yang memperhatikanmu. Dari sana kamu boleh saja simpulkan perasaan dia padamu.

Mari lihat kenyataan. Jalani hari-hari mu yang menyenangkan. Perbaikilah diri sebaik yang kamu bisa, niscaya kamu akan mendapatkan hasil yang baik. Mana ada pohon anggur yang menghasilkan buah jeruk.

Bisa jadi pohon anggur yang kau tanam tak akan berbuah sesuai yang kau inginkan. Entah itu layu sebelum tumbuh atau mungkin mati diserang hama. Pastinya pohon anggur akan menghasilkan buah anggur bukan buah jeruk, ingat itu. Walau kamu melewati musim paceklik, bersabarlah, kelak kamu akan memetik buah anggur nan lebat.

Tanamlah perasaan mu dalam hati, lalu tumpahkan pada alam semesta. Tempat dimana kamu menanam segala kebaikan. Social media tak ubah satu kesatuan dari semesta. Untuk itu tebar apa yang ada dalam hatimu dengan sebaik dan sewajarnya, tanpa melampaui batas.

Disamping itu jangan lupa pergunakan akal sehat mu. Ketika kamu marah, jauhkanlah kata-kata yang tak sepantasnya dari status social mediamu. Tak usah kau tulis sesuatu yang menggambarkan dirimu marah. Bukankah engkau enggan mendekat pada orang yang sedang marah.

Apalagi kamu hanya sekedar update dimana dirimu berada. Mengupdate apa yang kamu makan. Sungguh sederhana memang. Tapi rasanya terlalu rumit untuk dipahami. Jangan-jangan kita suka menunjukan keberadaan diri kita. Apa mungkin di dalam kubur, kalian update status sambil bilang “Wah, aku lagi ditanya sama malaikat nih”

Kedepan perkembangan teknologi dan informasi tak dapat dibendung. Rimba internet kian lebat dengan arus informasi. Fenomena ini meski disikapi dengan arif dan bijak. Internet dengan mudah menjalin silahturahmi, tapi cukup mudah pula memutaskan tali persaudaraan dengan seketika.

Seseorang pernah berkata bergaulah dengan orang-orang saleh. Memang betul, di dunia social media sesungguhnya bertebar orang-orang saleh yang sewaktu-waktu bisa kita petik nasehat mereka. Tapi di social media pula berserak-serak perangai orang-orang jahiliyah. Hati-hatilah kita memetik buah di dunia maya, jangan sampai terpetik buah simalakama.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s