250-500

Jadilah diri sendiri karena kita diciptakan berbeda.

Sumber gambar : Gusti ‘ajo’ Ramli

Ini hanyalah persoalan menulis, bukan persoalan lain. Belakangan entah kenapa aku selalu bergairah jika bicara soal menulis. Gairah yang terlampiaskan oleh seiring berjalannya waktu.

Kita pernah mempunyai idola. Siapapun dia, tentu kita ingin seperti idola tersebut. Tak salah memang mempunyai seorang idola. Tapi jangan sekalipun berpikir untuk sama dengan idola kita itu. Sebab kita diciptakan berbeda, sampai kapan pun kita tak pernah sama. Jadi, untuk apa kita harus menyamakan diri dengan orang lain.

Jadilah diri sendiri. Begitupun dalam menulis, bagaimana kita menulis dengan karakter diri kita sendiri. Kalaupun kita menulis dengan gaya alay, tulislah dengan gaya alay yang melekat pada karakter diri. Jangan hiraukan kata orang, biarlah mereka berkata bahwa kita nulisnya pake kalkulator. Yang penting kita nulis dengan gaya kita sendiri. Masa bodoh mau dibaca sama orang atau tidak, entah mereka mengerti atau tidak, tetaplah menulis menurut gaya mu sendiri.

Banyak sekali corak dan gaya seseorang menulis. Dari semua tulisan itu tak satupun yang sama. Jangankan membandingkan tulisan kita dengan tulisan orang lain yang jauh lebih hebat. Membandingakan tulisan kita sendiri yang ditulis hari ini dengan yang ditulis kemaren atau satu tahun yang lalu saja sudah jauh berbeda corak dan gayanya. Kalau tidak percaya coba mengamati sendiri.

Lepaskan apa yang ada dalam pikiran seperti kran air yang mencucur dengan kencang. Entah itu berupa dendam, senang, sedih, bahagia dan lainnya. Mari kita pertanggung jawabkan apa yang ada dalam hati, pikiran, perasaan kita dengan menguntainya menjadi kata-kata yang dapat kita ambil sebagai pelajaran kelak. Untung-untung kalau bermanfaat pula bagi orang lain, minimal bermanfaat bagi kita sendiri.

Iklan

13 thoughts on “Jadilah diri sendiri karena kita diciptakan berbeda.

  1. Setuju, jo. Jadi diri sendiri, itulah kunci penulis-penulis hebat. Plagiat hanya akan menuai cacian bahkan makian. Jadi prestasi itu adalah jadi sendiri. Mantaaap…

    Awak jadi diri awak surang se nye…hehe :))

    Suka

  2. Betul Ajo. Seringkali saya malah suka “terbebani” dengan apa kata orang tentang cara saya menulis. Alhadis tulisan satu pun gak jadi-jadi, karena sibuk memikirkan apa kata orang hahaha.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s