0-250

Keajaiban Mambaca dan Menulis

Kawan, pernahkah kalian menulis?. Jika pernah, tentu kalian telah melewati masa dimana gagasan mentok di jalan buntu. Jari-jari menjadi kaku dan tak mampu lagi bergerak. Otak membeku bagaikan gunung es yang enggan mencair.

Tekad, ketekunan dan semangat betul-betul diuji. Pilihannya hanya dua, yakni menyerah atau melawan. Pilihan termudah adalah menyerah, tapi jika menyerah aliran darah di otak tak akan mengalir menuju cahaya ilmu. Untuk itu, lawanlah dengan membaca.

Bacalah. Ketika gagasan sudah sampai ke ubun-ubun, lalu tulis. Niscaya kalian akan menemukan hakikat dari kehidupan. Apabila gagasan tersendat lagi, kemudian baca lagi dan tulis lagi. Baca lagi, menulis lagi, lagi, lagi dan lagi sampai usia kita sempurna.

Membaca ada dua perkara, yaitu membaca alam semesta dan membaca untaian kata-kata yang tersirat maupun tersurat. Lihatlah semut berjalan, kalian akan memahami bagaimana mereka bekerja sama. Itu hanya sekelumit alam semesta yang dapat kita baca. Ketika mata terbatas menengok fenomena kehidupan yang lebih jauh, maka bacalah buku-buku yang sesungguhnya menghadirkan pemahaman yang tak pernah tampak dari jendela rumah kita.

Kalian akan menemukan keajaiban membaca jika kalian menuliskan apa yang telah kalian baca. Percayalah, orang-orang yang menulis bukanlah orang yang merugi karena apa yang mereka tulis kelak akan bermanfaat untuk orang lain, setidaknya bermanfaat untuk dirinya sendiri.

Selamat membaca dan menulis, kawan.

Iklan

3 thoughts on “Keajaiban Mambaca dan Menulis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s