0-250

Alarm

Alarm berfungsi mengingatkan. Ketika kita lupa, alarm yang mengingatkan kembali dengan bunyinya.

Alarm berfungsi sebagai pertanda. Apabila sebuah perangkat rusak atau terjadi suatu masalah disebuah gedung maka alarm menjadi tanda untuk segera mengatasinya.

Alarm berfungsi membangunkan seseorang yang tengah tertidur lelap. Fungsi inilah yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, tidak semua alarm berfungsi maksimal membangunkan seseorang. Jikalau orang yang dibangunkan oleh alarm itu sendiri enggan untuk bangkit dari tidur. Alarm hanyalah hiasan tidur semata.

Menariknya, kenapa ada tombol menunda/snooze pada setiap alarm. Bisa jadi manusia itu punya potensi untuk menunda-nunda sesuatu pekerjan.

Potensi inilah yang diuji. Apakah kita mengakhiri tidur setelah alarm berbunyi atau menunda untuk bangun supaya bisa tidur lagi.

Lagi-lagi kita disuruh untuk memilih. Memang hidup itu pilihan, memilih antara bangun atau tidur kembali. Memilih apakah memencet tombol stop atau snooze.

Untuk belajar menghilangkan kebiasan menunda-nunda, dapat kiranya dilatih saat kita memencet tombol alarm. Jangan pernah sekali-kali pencet tombol snooze walaupun kita mengantuk berat.

Iklan

6 thoughts on “Alarm

  1. entah knapa suka sekali itu tulisan dekt jamdi..jamdiding
    bisa membuat kita menjadi lebih mawas diri eh motivasi…
    klo diriku suka sekali alarm jam 3 kurang dikit buat bisa bangun sholat malam.. setiap hari selalu bunyi, nnti alarm kedua pas azan subuh deh…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s