0-250

Tertawa

Hidup ini perlu ditertawakan. Sekali-kali melepas penat dengan tertawa sepuas-puasnya asalkan tak melewati batas.

Kalau udah melampaui batas, sama tau sajalah. Orang akan menganggap gila, sinting dan senewen.

Tertawa mampu melepaskan beban kehidupan. Tertawa dapat mengusir kesedihan. Tertawa membuat masalah jadi terlupakan. Meskipun cuma sejenak.

Tapi tak apa-apa. Kadang kita membutuhkan keseimbangan. Kita memerlukan tawa dalam sebuah tangisan. Mengulum kebodohan yang membuat kita menangis.

Memang tertawa dapat mengikat tali persaudaraan. Akan tetapi, tawa juga bisa menjadi boomerang yang berujung dengan perselisihan.

Sebaik-baiknya tertawa adalah mentertawakan diri sendiri. Terlalu naif rasanya mentertawakan orang lain ketika kita tak pernah mentertawakan diri sendiri.

Mungkin kita pernah kesal takala ditertawakan orang lain. Pilihan hanya dua, marah atau malah ikut tertawa. Apabila ikut tertawa berarti kita mentertawakan diri sendiri. Bila marah, kita pun sesungguhnya mentertawakan diri juga karena begitu mudah setan mengendalikan diri kita.

Jadi untuk apa marah dikala orang mentertawakan diri kita. Bukankah marah itu perbuatan setan. Bila kita marah, maka setan yang akan tertawa. Untuk itu, mari bersabar dan menghindari segala macam amarah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s