Gak Penting Yaa

Menulis Itu Menyenangkan

Sumbar gambar : google

Ketika pertama kali menulis di ranah maya, aku menemukan sesuatu hal. Hal transenden yang tidak pernah ku mengerti. Aku seolah-olah bertemu dengan Tuhan.

Seiring dengan waktu hal transenden itu menerkam pikiran dan tujuan ku. Aku tak tahu kenapa harus menulis, sebab lingkungan telah mengajarkan aku untuk menulis. Akan tetapi terselip kejanggalan dalam niat ku. Niat yang membuat berpaling dari Tuhan.

Coba tanya apa tujuan orang menulis. Anda akan menerima ribuan jawaban yang berbeda dari satu pertanyaan yang anda ajukan. Ada yang menulis karena ingin terkenal, ingin mempunyai buku, ingin namanya abadi dari tulisannya, ada yang iseng, karena tuntutan pekerjaan dan alasan lainnya.

Paling ironis lagi kalau menulis hanya untuk mengharapkan pujian, mengharapkan dapat komentar dan berharap banyak dikunjungi, padahal belum tentu dibaca. Bentar-bentar tengok angka matematika yang ada di statistik blog masing-masing.

Hal ini sungguh merugi. Setelah mendapatkan itu semua, apa yang akan terjadi? Hanya ruang hampa yang tersisa di relung hati. Sesunggunya menulis itu menyenangkan. Teruslah menulis, seperti engkau menghela nafas dalam hidup mu.

Memperbaharui niat merupakan suatu keharusan. Mungkin selama ini kita menulis untuk sesuatu yang bersifat meterialistik. Tak salah memang, namun ketika unsur materi dari menulis itu telah tercapai. Yang kita dapat hanyalah gelas kosong yang berdebu.

Teruslah menulis.

Iklan

5 thoughts on “Menulis Itu Menyenangkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s