Penting Gak Yaa

Hang

Laptop dan smarthphone kalo udah hang berbarengan, bawaanya pengen ditukar, paling tidak dilempar. Pilihan terakhir gak banget deh, malah bakal mikir ratusan kali sebelum dilempar. Kalaupun dilempar status yang tadi cuma hang bakal jadi tewas beneran. Mending dikasih sama orang yang membutuhkan.

Sumber gambar : Gusti 'ajo' Ramli
Sumber gambar : Gusti ‘ajo’ Ramli

Nah, pilihan untuk ditukar inilah pilihan yang paling sulit. Pilihan yang bakal membutuhkan pertimbangan, akal, nafsu dan uang di saku. Hehe..

Sudah tentu kalau upgrade bakal membutuhkan alokasi anggaran belanja teknologi yang cukup besar. Apalagi kepincut sama gadget keluaran terbaru yang harganya tentu lebih muahallll.

Siapa sih yang gak pengen perangkat teknologi terbaru, entah itu handphone ataupun komputer dan tablet. Yang gak nahan itu siklus produk-produk terbaru itu sangatlah singkat. Baru aja beli perangkat teknologi terbaru, ehh tak lama berselang keluar lagi yang lebih baru.

Nafsu belanja siapa sih yang gak tergoda untuk mendapatkan suatu barang yang lebih bagus. Baru satu hari di pakai, harganya langsung turun 25 % dari harga baru. Padahal dipakainya cuma 24 jam teng.

Tak salah orang-orang tua dahulu bilang belanjakanlah uang dengan bijak. Untuk bisa belanja dengan bijak perlu keterampilan yang mumpuni. Syukur-syukur bisa paham ilmu perencanaan keuangan. Kalau tidak paham ilmu tersebut, setidaknya kita bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Jika kita butuh smartphone yang buat chating dan social media doank, beli smartphone yang standart saja. Gak usah yang mahal, tapi dipakainya malah buat sms dan telpon saja. Pas ditanya emailnya apa, no pin berapa langsung kelabakan nyari kayak orang autis gitu.

Sebetulnya banyak banget sih yang tidak bisa menggunakan gadget pada tempatnya dan membeli perangkat teknologi sesuai kebutuhan. Yang penting gaya dan modelnya keluaran terbaru. Celakanya malah sering kali tablet yang sebesar buku pelajaran itu dipake buat foto-foto. Itupun foto mencetnya sendiri, tanpa dibantuin ama orang.

Ngeliatnya aja udah geli apalagi nyobain sendiri. Gaya semacam itu menunjukan bukan perangkatnya yang hang, tapi pemakainya yang hang.

 

Iklan

2 thoughts on “Hang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s