Gak Penting Yaa

Menengkok Penderitaan Nabi Yusuf

Sumber gambar : Gusti 'ajo' Ramli
Sumber gambar : Gusti ‘ajo’ Ramli

Menurutku, salah satu kisah yang menarik dalam Al Quran adalah kisah nabi Yusuf. Porsi kisah nabi Yusuf berbeda dengan nabi-nabi lainnya. Dimana kisah Nabi Yusuf diceritakan dengan detail dibandingan dengan kisah nabi-nabi lain.

Saking menariknya, aku pernah menceritakan apa yang ku baca dari kisah Yusuf dalam Al Quran Surat Yusuf kepada teman sekantor ku dulu. Selain untuk berbagi pemahaman, aku mencoba untuk melatih ingatanku dengan menceritakan apa yang aku pahami setelah membaca tafsir surat Yusuf. Apalah daya, ternyata ingatan amat terbatas, yang mana sekarang kembali lupa jikalau tidak lagi membaca.

Banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik dari kisah nabi Yusuf. Entah itu kita perempuan atau laki-laki yang berperan sebagai orang tua, berperan sebagai kakak-adik, suami istri, atau kita berperan sebagai seorang pemimpin.

Penderitaan yang pernah kita alami mungkin tidak seberat penderitaan nabi Yusuf. Godaan yang kita hadapi tak sehebat godaan nabi Yusuf. Dimana iri, dengki, persekongkolan, perselingkuhan, godaan nafsu dan kebencian yang menyelimuti perjalanan hidup nabi Yusuf. Kondisi demikian tidak membuat beliau patah arang, sebab tempat bersandarnya hanyalah Allah.

Betapa sakitnya dimusuhi oleh saudara sendiri dan dibuang ke dalam sumur di tengah gurun. Ia dibuang oleh saudara kandungnya yang iri pada Yusuf karena ia anak yang disayangi oleh bapaknya, Yaqub. Ketika Yaqub mendengar bahwa Yusuf ditelan takdir, Yaqub tetap tabah mendengar kabar kehilangan putra kesayangannya.

Dari sinilah kita belajar bahwa dibalik musibah terkandung hikmah. Setelah dibuang oleh saudaranya sendiri, Yusuf dijadikan budak oleh seorang pejabat istana di mesir. Pejabat ini mempunyai istri bernama zulaikha. Ketampanan Yusuf membuat zulaikha dan para perempuan terpesona. Zulaikha tergoda nafsunya untuk memiliki Yusuf seutuhnya, padahal ia masih mempunyai suami seorang pejabat istana.

Suatu hari zulaikha menjebak Yusuf dalam kamarnya. Karena pertolongan Allah Yusuf terhindar dari jebakan nafsu itu, dan suami zulaikha mengetahui perselingkuhan istrinya itu. Tidak hanya disitu, Yusuf malah difitnah mau memperkosa. Lagi-lagi Allah menunjukan keadilannya dengan analisa baju Yusuf yang robek di belakang. Jika robeknya di belakang, tidak mungkin Yusuf yang memperkosa wanita itu. Kalaupun Yusuf yang memperkosa, maka bajunya akan robek di bagian depan.

Cobaan tidak sampai disana, Yusuf harus rela mendekam dalam penjara karena fitnah dari orang-orang yang membencinya. Dalam penjara Yusuf berkenalan dengan dua orang penghuni penjara yang sedang bermimpi.  Yusuf menafsirkan mimpi kedua orang  itu dimana salah satu diantara mereka akan di hukum mati, sedang satu lagi akan hidup dan menjadi pelayan istana. Salah satu yang hidup diantara mereka harus menyampaikan pesan kepada raja agar Yusuf dibebaskan karena ia telah difitnah.

Saat salah satu dari orang itu lepas dan bekerja sebagai pelayan di istana, ia lupa dengan janjinya kepada yusuf. Sehingga Yusuf masih mendekam dalam penjara. Lagi-lagi Yusuf diberikan cobaan karena telah dingkari janji oleh seseorang yang telah ia bantu.

Yusuf tidak sendiri, Allah masih bersama beliau. Teman sepenjara itu ingat kembali dengan Yusuf takkala sang raja Mesir mengalami mimpi dan sang raja ingin mencari siapa yang bisa menafsirkan mimpi. Hanya Yusuf yang mampu menafsirkan mimpi itu dan berkat bantuan Allah Yusuf bebas dari penjara dan menjadi pejabat kerajaan.

Salah satu benang merah yang dapat ditarik dari kisah Yusuf adalah perjalanan hidup beliau yang penuh dengan cobaan dan musibah. Ia tetap kuat menghadapi karena tetap berpegang teguh pada keyakinan bahwa Allah Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Allah tempat sebaik-baiknya bersandara dalam kehidupan ini.

Iklan

2 thoughts on “Menengkok Penderitaan Nabi Yusuf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s