Ngepos via Hape

Sebatang Lilin

Lilin
Lilin

Saat aku menghadapkan wajahku padaMU, aku malu ketika batin ku tak bergetar karena cinta ku pada dunia ini melampaui batas. Aku malu pada putri malu yang langsung bergetar hanya dengan satu sentuhan.

Haruskah aku membongkar hatiku dan melempar ke samudera nan luas. Agar aku bisa menjadi bunga yang tunduk padaMU tanpa peduli akan apa yang terjadi di dunia fana ini.

Kadang aku bertanya, sanggupkah aku melepas apa yang ku cinta. Merelakan apa yang ku punya. Meskipun semua itu titipan untuk sementara.

Aku jadi ingat dengan sebatang lilin yang rela membakar dirinya demi secercah cahaya. Menjadi pelita bagi mereka yang terjebak dalam kegelapan. Meskipun yang ia punya musnah dengan seketika, asalkan yang lain mendapatkan manfaat dari kehadirannya.

Mampukah aku menjadi sebatang lilin yang akan menjadi penerang disekitar ku?

Iklan

2 thoughts on “Sebatang Lilin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s