Ngepos via Hape

Ilmu Coba-Coba

Kesalahan kita adalah berpikir bahwa kita tidak bisa, padahal belum mencoba.

Hal itu yang aku alami saat mengatasi laptop bermasalah. Laptop tersebut terjatuh sama ponakan. Jatuhnya cukup parah sehingga tombol powernya sampai copot.

Berbekal sedikit pengalaman benarin komputer, aku coba untuk betulin sendiri nih laptop. Setelah di otak-atik ternyata mentok di peralatan. Obeng khusus buat buka laptop gak punya, nyari soket hardisk juga gak nemu gara-gara gak punya obeng kecil.

Akhirnya dibawa juga nih laptop ke tempat servis resmi. Berhubung garansi udah habis, maka siap-siap merogoh kocek dalam-dalam untuk biaya servis dan mungkin untuk ganti perangkat yang rusak.

Setiba di tempat servis, aku disambut sama petugas costumer service (CS) dengan layanan yang cukup ramah. Tak lama berselang keluar teknisi mereka memeriksa laptop yang udah mati total ini. Lantas ia membawa ke dalam mengecek lagi apa yang rusak pada laptop ini.

Sejurus kemudian teknis tersebut keluar dengan membawa laptop sambil bilang yang rusak adalah hardisknya. Lantas aku nanya berapa harga hardisk baru, biar diganti aja hardisknya supaya laptop malang ini bisa dipakai lagi.

Ehh, si CS gak nemu hardisk yang cocok dan harga buat laptop ku. Sembari nyari harga hardisk, si teknisi nyobain lagi memasang hardisk yang katanya tadi udah rusak itu.

Setelah hardisk rusak tersebut dipasang, ternyata laptop tersebut hidup kembali. Ajaib bin aneh, si teknisi kaget dan mungkin ngerasa malu juga. Sebab tadi ia telah menghakimi bahwa hardisk telah rusak dan tidak dapat digunakan lagi.

Ilmu coba-coba inilah yang sering aku alami ketika memperbaiki komputer yang rusak beberapa tahun yang lampau. Ilmu itu ternyata juga berlaku pula di service center.

Akupun senang, laptop yang dulu sekarat sekarang sudah bisa difungsikan kembali. Lalu aku tanya pada CS berapa biaya servicenya. Si CS nanya sama si teknisi berapa fee benerin tuh laptop.

Berhubung tidak ada peralatan yang diganti, maka aku pikir paling cuma biaya service saja. Ternyata si teknisi gak mau memungut biaya service karena dia cuma bersihkan socket memori dan bongkar pasang hardisk saja.

Jadi, service laptop tersebut gratis walau garansinya udah habis. Abang teknisi baik juga, gak mau minta biaya. Senang dua kali deh, pertama laptop udah hidup dan kedua biaya servicenya gratis pula.

Iklan

2 thoughts on “Ilmu Coba-Coba

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s