Ngepos via Hape

Tantangan Resign

Suatu malam di los lambuang, kurai taji. Kami bercerita ngolor ngidul. Semua tema dibahas, mulai dari yang sepele sampai pada hal yang serius.

Betapa menarikanya pembahasan pada malam itu sehingga kami lupa akan waktu. Sementara hujun turun seakan tak berhenti. Hawa dingin menusuk tulang, tapi tidak pada otak kami.

Otak terasa memanas akibat perdebatan yang sengit. Saling bantah tak dapat lagi dihindari. Untung saja keakraban pertemanan meredam masing-masing orang supaya tidak emosi.

Tema yang paling sering dibahas pada malam itu adalah soal keberanian diantara kami untuk berwirausaha. Keberanian untuk keluar dari zona nyaman, sebab semuanya adalah karyawan dari berbagai perusahaan.

Kami terdiri dari Doni, Riki, Taufik, Buya dan saya. Sesunggunya kami datang berenam orang dan pulangnya cuma tinggal lima orang lagi. Yang satu lagi ada acara penting yang mengharuskannya meninggalkan kami. Jadi kami tersisa lima orang.

Kelima orang ini sepakat bahwa semuanya ingin untuk berwirausaha. Tapi tidak semuanya mampu bermimpi menjadi seorang pengusaha. Ada ketakutan yang menghantui kami.

Masing-masing orang mempunyai alasan sendiri kenapa belum berani berwirausaha. Kenapa belum berani keluar dari zona nyaman dangan meninggalkan status sebagai karyawan.

Ada alasanya belum punya ide, ada yang belum punya modal, belum ada keberanian, takut rugi dan alasan lain yang bisanya dialami oleh orang kebanyakan yang tak sanggup untuk terjun di dunia usaha.

Lantas berangkat dari situlah saya menantang teman-teman dan diri saya sendiri untuk menuliskan di sebuah kertas kapan target untuk resign dan kemudian terjun sebagai enterpreuner.

Hasilnya tertulislah target tanggal, bulan dan tahun masing-masing kami mengajukan resign untuk terjun di dunia bisnis. Berikutlah rinciannya; Taufik : 1 Oktober 2013
Doni : 31 Desember 2013
Saya : 8 Agustus 2014
Riki : 8 Agustus 2017
Buya : 2 Februari 2030

Terget resign tertulis diatas merupakan metamorfosa dari seorang karyawan menjadi seorang wirausahawan. Meskipun nanti waktu yang akan menentukan apakah sesuai dengan target atau tidak. Itu merupakan persoalan lain, minimal telah tertanam dalam alam bawah sadar kami untuk menjadi seorang enterpreuner sukses.

@garammanis

Iklan

One thought on “Tantangan Resign

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s