Ngepos via Hape

Ketakutan itu membunuhku

Pernahkah aku menangis ketika sedang menghadap padaNYA?. Pernahkah hati bergetar takala sujud pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Pertanyaan itu mendadak hadir dalam otak ku.

Sering kali tak disadari bahwa sesungguhnya Tuhan selalu hadir dalam setiap hela nafas ku. Sedetik pun tak luput dari pandanganNYA. Aku harus sadari itu supaya aku tetap takut padaNYA.

Rasa takut yang paling indah itu adalah ketakutan yang memiliki magnet untuk terus mendekat, seperti takut kepada Tuhan.

Berbeda halnya dengan ketakutan sesama makhluk membuat aku semakin menjauh dengan sumber ketakutan itu, bukannya mendekat.

Ironisnya aku selalu bergelut dengan ketakutan kepada diriku sendiri. Ketakutan kepada diri inilah sesungguhnya ketakutan yang paling buruk. Sebab aku akan menjauh dari diri ku sendiri, sehingga tak mampu mengendalikan diri.

Sebuah pelajar berharga yang dapat aku petik adalah bagaimana ketakutan ku pada diri sendiri dihadapi dengan cara berpedoman pada rasa takut pada Tuhan. Dimana rasa takut itu seharusnya semakin membuat aku mengenal diriku.

Aung san suu kyi seorang reformis dari Myanmar pernah berkata “Penjara yang paling ditakuti adalah Ketakutan. Kebebasan yang paling nyata adalah Bebas dari rasa takut”. Inilah bentuk ketakutan pada diri sendiri.

Dalam film berjudul Case 39 yang diperankan oleh aktris Renée Zellweger bercerita tentang ketakutan pada diri sendiri ini. Ketakutan pada diri itu merupakan pembunuh yang membahayakan.

Siapa pun memilik rasa takut dalam dirinya yang bersumber dari trauma masa lalu. Ketakutan itu tertanam dalam alam bawah sadar yang kemudian mempengaruhi dalam bersikap dan membunuh secara perlahan.

Sebelum ajal itu tiba. Aku selalu berdoa agar menutup usia dalam keadaan khusnul khatimah, yaitu baik di akhir. Makanya tangis tak terbendung dalam sujud ku. Tangis yang mengingatkan ku pada dosa.

Aku berkaca bagaimana rasa takut ku pada diri sendiri berjalan sebagaimana rasa takut ku pada Tuhan. Ketakutan itulah yang suatu saat nanti mengantarkan ku pada ajal dan semoga diterima disisiNYA. Amin. @garammanis

Iklan

2 thoughts on “Ketakutan itu membunuhku

  1. terkadang rasa takut pada diri sendiri membuat kita jauh dari lingkungan sekitar..
    sayapun terkadang suka menangis ketika bersujud dan berdo’a padaNya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s